Air Laut yang Merendam Lahan Petani di Bantul Semakin Luas

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 04 Aug 2018 14:23 WIB
gagal panen
Air Laut yang Merendam Lahan Petani di Bantul Semakin Luas
Lahan pertanian terendam air laut di Desa Tirtoharjo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 3 Agustus 2018. Medcom.id/ Ahmad Muastaqim.

Bantul: Lahan pertanian yang terendam air laut di Desa Tirtoharjo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta kian meluas. Meski sudah diupayakan pembuatan sodetan, gelombang laut masih cukup kuat sehingga air di lahan pertanian tak mudah dialirkan.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Hariyadi mengatakan, luasan lahan yang terendam bertambah, dari 21 hektar menjadi sekitar 25 hektar. Perluasan tersebut terjadi karena gelombang pasang di kawasan Pantai Baros.

"Air yang masuk ke lahan pertanian ini tertahan pasir di muara sungai," kata Pulungan saat dihubungi, Jumat, 3 Agustus 2018. 

Pulungan menjelaskan, dua alat berat memang sudah diturunkan untuk membuat sodetan. Penurunan alat berat itu bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul. 

"Meski memang belum (menyelesaikan), tapi alat berat tetap disiagakan kalau sewaktu-waktu kondisi sudah normal," jelas Pulungan.

Peristiwa yang menjadi musibah bagi petani itu justru mengundang ketertarikan warga Bantul dan daerah lain. Terlebih lahan terendam air laut itu berada di dekat jalur jalan lintas selatan (JJLS). Tak hanya melihat air laut yang menggenangi sawah, sejumlah warga juga berfoto di tepi jalan. 

Adrian, salah seorang warga Sleman, mengaku tak sengaja berhenti di lokasi itu. Meskipun, ia sengaja berwisata di pantai selatan di kawasan Bantul. 

"Nggak tahu kalau yang tergenang lahan (pertanian) warga. Semoga cepat normal aja," ujar Adrian.


(DEN)