Terindikasi Pungli, SMA di Sleman Batalkan Uang Seragam

Patricia Vicka    •    Kamis, 13 Jul 2017 17:07 WIB
pungli
Terindikasi Pungli, SMA di Sleman Batalkan Uang Seragam
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sebuah Sekolah Menengah Atas di Nganglik, Sleman dilaporkan ke Ombudsman RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta. Orang tua calon siswa menilai sekolah menarik uang seragam.

Asisten ORI DIY Bidang Penyelesaian Laporan, Muhammad Rifky, menjelaskan, 
pihak sekolah sudah datang dan mengklarifikasi tudingan tersebut. Kepada ORI DIY, pihak sekolah mengakui telah menyebarkan surat kepada orang tua yang berisi harga pemesanan seragam senilai Rp1.155.000.

"Ada empat orang yang datang ke kantor kami pagi tadi. Kepala sekolah beralasan pemesanan seragam dilakukan atas permintaan orangtua siswa melalui koperasi sekolah. Sifatnya tidak wajib dan hanya tawaran," jelas Rifky, di kantornya, di jalan Wolter Monginsidi, Yogyakarta, Kamis, 13 Juli 2017.

ORI menjelaskan kepada sekolah berdasarkan peraturan sekolah dilarang menarik biaya seragam, uang buku, dan les tambahan. Usai berdialog dengan ORI, Rifky mengatakan, pihak sekolah berjanji membatalkan penarikan uang seragam.

"Kepsek akhirnya membatalkan penjualan seragam. Mereka mengaku belum ada transaksi, hanya sudah ada beberapa orangtua murid yang memesan. Kasus kami tutup," tegas Rifky.

ORI DIY mengimbau orang tua siswa mewaspadai dan teliti jenis penarikan sumbangan atau pungutan di tingkat SMA. Pasalnya, dalam kegiatan daftar ulang SMA, pungutan liar rawan terjadi dan tidak disadari orangtua siswa. 

"Khusus jenjang SMA agak abu-abu.  Pemerintah memberi kebebasan pihak sekolah menarik pungutan. Hanya saja ada beberapa kriteria pungutan yang dilarang yakni pungutan uang buku, seragam, dan les tambahan. Nah, di situ yang buat ortu suka bingung dan tidak sadar, "

Orangtua diminta kritis dan aktif melapor jika tahu dugaan pungutan liar. Laporan ke ORI bisa dilakukan melalui sambungan telepon di 0274 565314 atau WhatsApp di 0811250088 dan Facebook di @Omah Wadul.


(SAN)