Pembakar Mobil di Jateng Diduga Orang Terlatih

Mustholih    •    Rabu, 06 Feb 2019 17:14 WIB
aksi teror
Pembakar Mobil di Jateng Diduga Orang Terlatih
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, (kanan), MI/Ramdani.

Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyoroti kasus teror pembakaran mobil dan motor di sejumlah wilayah di Jateng. Ganjar menduga pelaku yang hingga kini belum terungkap diduga dikerjakan oleh orang terlatih.

"Relatif jejaknya itu bersih. Saya menduga orangnya ini dilatih. Cukup terlatih," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 6 Februari 2019.

Ganjar menyimpulkan demikian karena pelaku mampu menyembunyikan jejak. Namun, dia meminta polisi terus berupaya mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya. 

“Kalau kita melihat motifnya, sampai hari ini belum ada yang tahu. Namun kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolda dengan Pak Pangdam. Kita terus mencari, kita terus mengidentifikasi," ujar Ganjar menegaskan.

Menurut Ganjar, rentetan pembakaran mobil di Jateng tidak ada peristiwa besar yang menjadi pemicu. "Di Jawa Tengah tidak ada kejadian luar biasa yang mendorong orang marah sehingga membakar. Saya juga tidak mendapatkan informasi adanya pertentangan antar kelompok," ungkap kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Selain itu, Ganjar mendapat laporan bahwa para korban juga tidak memiliki masalah seperti utang-piutang atau pertikaian antar warga. "Ini memang sangat acak polanya. Dan semuanya belum terbaca motifnya," jelas Ganjar.

Ganjar meminta aksi pembakaran mobil segera dihentikan. Sebab, teror ini dikhawatirkan menggangu kontestasi Pemilihan Umum 2019 di Jateng. "Saya mengingatkan jangan ganggu Jawa Tengah, jangan ganggu Indonesia. Apalagi, masyarakat jelang pesta demokrasi. Ini menjadi gangguan yang tidak mengenakkan," kata Ganjar.

Baca: Ganjar Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Teror

Dalam kesempatan yang sama, Ganjar mendorong polisi menindak tegas pelaku teror dan menyelesaikan persoalan pembakaran misterius ini sesuai dengan hukum. "Kita akan kejar dan minta pertanggung jawabannya secara penuh. Saya meminta aparat penegak hukum agar tidak ragu," ungkap Ganjar.

Ganjar mengaku Pemprov Jawa Tengah sudah berkoordinasi dengan 35 kabupaten/kota di wilayahnya untuk mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Dia meminta warga turut terlibat pengamanan mandiri di wilayah masing-masing. 

"Jika warga melihat ada orang berboncengan dan mencurigakan segera foto dan laporkan. Kita jaga keamanan bersama-sama,” terang Ganjar.


(ALB)