Vonis Bupati Kebumen Bahan Pembelajaran

Antara    •    Selasa, 23 Oct 2018 19:21 WIB
kasus suapkasus korupsi
<i>Vonis Bupati Kebumen Bahan Pembelajaran</i>
Ganjar Pranowo. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni

Magelang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan vonis yang dijatuhkan ke Bupati Nonaktif Kebumen Yahya Fuad bahan pembelajaran bersama. Korupsi bisa membuat seluruh kinerja baik dengan mudahnya tertutup.

"Dengan vonis itu mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi semua. Tidak enak dengan semuanya harkat, martabat, prestasi, dan semuanya hilang," katanya usai membuka Musyawarah Daerah DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah, di Magelang, Selasa, 23 Oktober 2018.

Ada dua hal yang menjadi hal dasar dan harus dilaksanakan pemimpin daerah. Pertama, pemerintahan bersih.

"Kedua, melayani. Masa kita tidak belajar," kata Ganjar.

Dia mengatakan posisi Yahya otomatis diisi wakilnya, Yazid Mahfudz. "Sekarang yang penting adalah bagaimana mencegah korupsi," ucapnya.

Baca: Bupati Kebumen Dihukum, Mendagri Segera Lantik Pengganti

Ia menyebutkan salah satu upaya pencegahan tindak korupsi adalah dengan mengawal langsung pemerintahan. Apalagi, sebelum menjadi pimpinan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

"Disumpah pakai kitab suci, tanda tangan pakta integritas, maka kemudian memang harus dikawal. Makanya saya bilang transparansi pemerintahan itu menjadi penting," kata dia.

Ia menuturkan kasus suap Bupati Kebumen ini menjadi yang keempat terjadi di Jawa Tengah. Sebelumnya, beberapa pimpinan daerah juga terjerat kasus dugaan korupsi, yakni Klaten, Kebumen, Tegal, dan Purbalingga.

"Di Jawa Tengah ini kasus yang keempat. Sudahlah, cukup. Malu kita," katanya.


(SUR)