36 Desa di Gunungkidul Kesulitan Air Bersih

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 25 Jun 2018 08:09 WIB
kekeringan
36 Desa di Gunungkidul Kesulitan Air Bersih
Ilustrasi kekeringan. (ANT/NOVERADIKA)

Gunungkidul: Sebanyak 36 desa di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai kesulitan air bersih. Sebagian warga terdampak Kekeringan membeli air, jika tak mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, menuturkan puluhan desa kekeringan berada di enam kecamatan. Mulai dari kecamatan Girisubo, Panggang, Paliyan, Purwosari, Rongkop, dan Tepus. 

Kecamatan Saptosari, kata dia, sebelumnya bisa mengakomodasi pemberian bantuan air bersih kini sudah tidak memungkinkan. "Kecamatan ini sekarang harus di-dropping air," ujar Edy saat dihubungi Minggu, 24 Juni 2018. 

BPBD Gunungkidul telah mengirimkan 24 tangki bantuan air bersih setiap hari ke desa terdampak kekeringan sejak 4 Juni 2018 lalu. Pengiriman air dilakukan dengan enam mobil tangki milik BPBD Gunungkidul.

Edy mengatakan, PDAM setempat tidak bisa menjangkau semua wilayah terdampak kekeringan. Meskipun, sebagian sudah bisa teraliri air dari PDAM. 

"Sekarang air dari PDAM sudah baik. Ada juga saluran air di beberapa dusun," katanya. 

Warga Kecamatan Rongkop , Desi, mengatakan sejumlah warga sudah beberapa kali membeli air tangki swasta. Harga per tangkinya Rp110 ribu.

Ia berharap pemerintah bisa terlibat dalam mencari solusi dalam kekeringan yang berdampak kekurangan air bersih. Apalagi PDAM tak bisa mengaliri semua wilayah. 

"Ya biar musim kemarau enggak usah pusing cari-cari air lagi, apalagi harus berulang kali beli dari tangki swasta," kata dia. 


(LDS)