Menag Nilai Kemajemukan Indonesia Anugerah Tuhan

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 28 Mar 2018 14:12 WIB
kerukunan beragama
Menag Nilai Kemajemukan Indonesia Anugerah Tuhan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam acara Halaqah Santri Nusantara di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu, 28 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Sleman: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak para santri bersyukur telah terlahir menjadi bangsa Indonesia. Indonesia yang khas dengan kemajemukan memiliki arti istimewa.

"Jadi bangsa Indonesia bukan kemauan kita, melainkan takdir Tuhan. Ditakdirkan Tuhan jadi bagian bangsa Indonesia. Bangsa yang khas dan istimewa dalam hubungan agama," kata Lukman dalam acara Halaqah Santri Nusantara di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

Bangsa Indonesia merupakan masyarakat luas yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Apa pun agama yang dianut atau etnis dan suku di satu wilayah.

"Banyak ritual keagamaan di Indonesia. Ada kirim doa dan macam-macam. Bahkan setiap acara keagamaan diawali dan ditutup dengan doa," ujarnya.

Menurut dia, hal demikian menyegarkan ingatan betapa religiusnya bangsa Indonesia. Religius ini dibarengi dengan keberagaman.

Bahkan, kata Lukman, pesantren menjadi salah satu miniatur bangsa Indonesia yang beragam.  Dengan demikian, Menteri Lukman mengajak para santri menjaga kebangsaan dengan mengusung moderasi Islam. Agama dan cara kehidupan yang tidak ekstrem.

Ia menambahkan, sengketa antaragama yang biasanya terjadi adalah buah dari pendekatan yang berbeda. Ia mengimbau agar santri, dan bangsa Indonesia pada umunya, saling bersilaturrahmi satu sama lain.

"Menerjemahkan suatu teks harus disertai konteks. Kemajemukan adalah cara Tuhan memberikan keanugerahan untuk saling mengisi bangsa ini," ungkapnya.

 


(SUR)