Pengguna dan Penerbit SKTM Palsu Diancam 6 Tahun Penjara

Budi Arista Romadhoni    •    Rabu, 11 Jul 2018 11:18 WIB
pendidikan
Pengguna dan Penerbit SKTM Palsu Diancam 6 Tahun Penjara
Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono. Medcom.id/Budi Arista Romadhono

Semarang: Kepolisian Daerah Jawa Tengah akan menindak tegas pemalsuan dokumen Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) orang tua calon siswa Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Mereka dapat dijerat pasal pemalsuan dokumen.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan pembuat SKTM jika tidak terbukti benar-benar miskin  akan dijerat sesuai Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat atau Dokumen.

"Ancamannya enam tahun penjara. Kami imbau kalau kita ini mampu, beri kesempatan saudara-saudara kita yang tidak mampu," katanya di Mapolda Jawa Tengah, Rabu, 11 Juli 2018.

Polda Jateng sudah membentuk tim dan melakukan penyelidikan untuk menindak tegas para orang tua siswa baru dan petugas yang menerbitkan SKTM. Termasuk oknum guru dan pengurus sekolah yang terlibat.

"Kita temukan sekitar 200 SKTM maka nanti dari Direktorat Kriminal Umum Polda Jateng dan Kasat Reskrim polres-polres yang menindak lebih lanjut," ujarnya.

Dia sangat prihatin atas fenomena ramai-ramai membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mencari celah masuk ke sekolah negeri favorit.

"Ada kebijakan yang baik, bagi masyarakat tidak mampu dapat mengenyam pendidikan. Namun dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat yang mampu dengan menggunakan SKTM," tandasnya.


(SUR)