Ganjar Meminta Gaji Guru Honorer Sesuai Upah Minimum

Mustholih    •    Senin, 24 Sep 2018 16:07 WIB
gurutenaga honorer
Ganjar Meminta Gaji Guru Honorer Sesuai Upah Minimum
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni

Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta bupati dan wali kota se-Jateng memberi guru honorer gaji sesuai upah minimum di wilayah masing-masing. Guru honorer bisa membangun kualitas sumber daya manusia generasi penerus dengan memberi gaji dengan maksimal.

"Mari kita kasih UMK saja. Kita hitung sesuai dengan UMK di tempat bapak ibu kira-kira butuh duit berapa? Kalau tidak cukup bisa bertahap agar kualitas SDM kita bagus," kata Ganjar saat melantik sejumlah Bupati-Wakil Bupati terpilih periode 2018-2023, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 24 September 2018.

Dia tidak ingin pemerintah daerah mengupah gaji guru di bawah standar. Standar kelayakan hidup bagi pendidik anak-anak Jawa Tengah harus dijaga.

Ganjar juga meminta bupati dan wali kota terus memelihara iklim investasi. Ganjar berujar, Jateng sebenarnya primadona bagi para investor yang ingin mengembangkan bisnis mereka.

"Tapi, aspek lingkungan tetap menjadi prioritas. Penyusunan RPJMD harus bisa disinkronisasikan dan diharmonisasikan mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota," ungkap Ganjar menegaskan.

Hari ini, Ganjar Pranowo, melantik tiga pasangan Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023. Selain itu, Ganjar juga melantik Wakil Wali Kota Tegal Nursholeh menjadi Wali Kota Tegal dengan sisa masa jabatan 2014-2019.

Ke tiga pasangan Bupat-Wakil Bupati yang dilantik bernama Achmad Husein dan Sadewo Tri Lastiono (Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Banyumas), Al Khadiq dan Heri Ibnu Wibowo (Bupati-Wakil Bupati Temanggung), dan Muhammad Tamzil dan HM Hartopo (Bupati-Wakil Bupati Kudus).

Kepada Achmad Husein, Ganjar meminta pembangunan infrastruktur di Banyumas menjadi prioritas.  Ia berharap masalah infrastruktur yang sering dikeluhkan warga bisa terselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Kepada Al-Khadik, meminta para petani tembakau betul-betul diperhatikan. Sedangkan kepada Muhammad Tamzil, meminta dana CSR bisa lebih dioptimalkan untuk UMKM di Kudus.

Khusus Nursholeh, Ganjar meminta reformasi birokrasi di Kota Tegal segera dilakukan. Kota Tegal menghadapi tantangan reformasi birokrasi setelah Wali Kota Tegal, Siti Mashita, beberapa waktu lalu ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.


(SUR)