Penyidik Bea Cukai Dituding Aniaya Juragan Rokok Ilegal

   •    Kamis, 29 Sep 2016 10:25 WIB
penganiayaan
Penyidik Bea Cukai Dituding Aniaya Juragan Rokok Ilegal
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Ramdani)

Metrotvnews.com, Semarang: Sulaiman, pemilik ratusan ribu batang rokok tanpa cukai di Kabupaten Demak, Jawa Tengah mengklaim telah dianiaya oleh oknum penyidik Direktorat Jenderal Bea Cukai. Penganiayaan disebut-sebut terjadi saat pemeriksaan untuk keperluan berita acara.

Tudingan penganiayaan ini disampaikan Yosep Parera selaku kuasa hukum Sulaiman. Dia menyebut terdapat pelanggaran prosedur oleh penyidik bea cukai saat menangani perkara kliennya itu.

"Ada pelanggaran mulai dari penangkapan, penggeledahan, penyitaan, penetapan tersangka hingga penahanan," kata Yosep seperti dikutip Antara di Semarang, Kamis (29/9/2016).

Menurut dia, Sulaiman dianiaya saat menjalani pemeriksaan di kantor bea cukai di Semarang, usai ditangkap pada 5 September 2016. Ia mengungkapkan, kliennya dipukuli, ditelanjangi, disiram dengan minuman, bahkan digunduli.

Yosep mengaku telah mengirim surat permohonan resmi kepada Kepala Ditjen Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang isinya meminta salinan berkas penangkapan, penggeledahan, penyitaan, penetapan tersangka serta penahanan.

"Hingga saat ini keluarga Sulaiman belum menerima salinan surat-surat itu. Padahal sesuai KUHAP, keluarga wajib memperoleh salinan berkas-berkas itu untuk menentukan langkah hukum selanjutnya," katanya.

Dalam permohonan itu, lanjut dia, juga diminta pembuatan berita acara pemeriksaan yang baru, mengingat adanya dugaan penganiayaan terhadap kliennya.

"Kami beri waktu 2 X 24 jam kepada bea cukai untuk memenuhi permintaan kami. Surat ini juga ditembuskan ke KPK serta Kepala Kejaksaan Negeri Demak," gertak Yosep. Bila tak dipenuhi dia bakal melapor ke polisi atas dugaan penculikan.

Dikonfirmasi atas tudingan Yosep, Kepala Subseksi Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang Agus Nugraha menyatakan tidak benar.

"Tersangka ini tertangkap tangan, jadi tidak perlu surat penangkapan," katanya.

Selain itu, ia juga membantah terjadi penganiayaan terhadap Sulaiman saat dia diperiksa di kantor bea cukai.

"Setelah diperiksa langsung kami tahan di LP Kedungpane. Kalau memang kondisinya sakit tentu LP akan menolaknya," tambahnya. Dia mempersilakan Sulaiman menempuh jalur hukum.

Sebelumnya, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang menyita 850 ribu batang rokok tanpa cukai dari seorang produsen rokok di Desa Bermi, Mijen, Kabupaten Demak.

Petugas menangkap Sulaiman yang diketahui sebagai pemilik komoditas ilegal tersebut. Tersangka dijerat Undang-undang No 39/2007 tentang Cukai.


(SAN)