Pemkot Solo Segel 35 Kios di Selter Sriwedari

Pythag Kurniati    •    Rabu, 12 Jul 2017 13:40 WIB
penyegelan
Pemkot Solo Segel 35 Kios di Selter Sriwedari
Salah satu lapak di Selter Sriwedari yang disegel Pemkot Solo, Rabu, 12 Juli 2017. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Kios-kios kosong di kawasan Selter Sriwedari akhirnya disegel Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah. Lapak itu telah ditinggalkan para pedagang selama berbulan-bulan.

Perda Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pengelolaan PKL, Peraturan Wali Kota Solo Nomor 17 b tahun 2012 serta Surat Teguran I, II, III menjadi dasar penyegelan.

Pantauan Metrotvnews.com, sejumlah petugas dari Dinas Perdagangan menempelkan selebaran penyegelan pada puluhan papan nama kios di Selter Sriwedari, Rabu, 12 Juli 2017. Penyegelan menyasar 35 selter.

Kasi Penertiban PKL Dinas Perdagangan Kota Solo Didik Anggono menjelaskan, selter itu telah dikembalikan pedagang ke pemkot. Mereka beralasan sepi pembeli.

"Pengembalian saat itu hanya dilakukan secara lisan. Kemudian kami tindaklanjuti dengan penyegelan,” tutur Didik.

Selter di kawasan Sriwedari dibangun untuk relokasi pedagang kaki lima di area Solo Citywalk. Total ada 60 selter di sana. 

"Masih ada 25 orang yang masih berjualan," katanya. Pedagang yang mengembalikan selter tak boleh kembali lagi.

Selter akan diberikan pada pedagang baru. Sejauh ini, ada 32 pedang yang mengajukan permohonan. Dinas Perdagangan akan menyeleksi para pemohon. Bahkan, pedagang diminta membuat pernyataan akan terus aktif berdagang.

“Kita akan lakukan pantauan setiap hari,” katanya.

Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo meyakini anggapan sebagian pedagang bahwa kawasan Selter Sriwedari sepi pengunjung akan terpatahkan. “Nanti kalau Museum Keris sudah dibuka pasti kawasan itu akan ramai," katanya.


(SAN)