Menhub Tugasi Pemkot Solo Bebaskan 20 Persen Lahan KA Bandara

Pythag Kurniati    •    Senin, 31 Jul 2017 11:38 WIB
infrastruktur
Menhub Tugasi Pemkot Solo Bebaskan 20 Persen Lahan KA Bandara
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (depan berkacamata) berbincang dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (batik cokelat) di Terminal Tirtonadi Kota Solo, Minggu, 30 Juli 2017. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Proyek kereta api sepanjang 13,5 kilometer bakal dibangun untuk menghubungkan Stasiun Solobalapan dan Bandara Adi Soemarmo. Proyek dengan investasi senilai Rp900 miliar itu perlu 40 hektare lahan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan fasilitas intermoda itu akan melewati lahan beberapa instansi. Yakni, milik pengelola tol, PT. KAI, Angkasa Pura I, TNI AU, dan lahan milik masyarakat. 

Menhub menegaskan bahwa pembebasan lahan masyarakat menjadi kewenangan pemerintah daerah. Sebab menurutnya, pemerintah daerah paling memahami kondisi di wilayahnya.

Baca: Menhub Minta Proyek Kereta Bandara Solo Dipercepat

“Soal tanah itu kewenangannya Pak Wali (Kota) Solo. Termasuk bagaimana prosesnya,” ungkap Budi Karya Sumadi saat rapat koordinasi di Terminal Tirtonadi Kota Solo, semalam.

Menurut data Kementerian Perhubungan, lahan milik masyarakat yakni sekitar 7 hektare atau 20 persen dari total lahan yang dibutuhkan. Lahan tersebut terletak di wilayah Kota Solo dan Kabupaten Boyolali.

“Kami harap pembebasan lahan dan konstruksi bisa selesai pada November 2018,” papar Menhub.

Sementara Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo menargetkan pembebasan lahan dilakukan dengan mengedepankan kemanusiaan. “Artinya nanti tidak asal gusur-gusur saja,” pungkas Rudy.

Baca: Wali Kota Solo Minta Konsorsium KA Bandara tak Asal Gusur

Proyek kereta api bandara yang menghubungkan Stasiun Solobalapan dan Bandara Adi Soemarmo dikerjakan oleh konsorsium tiga BUMN. Yakni PT. Kereta Api Indonesia (Persero), PT. Pembangunan Perumahan (Persero), dan PT. Angkasa Pura I (Persero).

Presiden Jokowi, saat peletakan batu pertama proyek kereta api bandara mengimbau kepala-kepala daerah terjun langsung, utamanya dalam pembebasan lahan. Jokowi menargetkan kereta api bandara telah beroperasi pada tahun 2018.


(SAN)