SMA di Yogyakarta tak Berani Tarik Sumbangan Siswa

Patricia Vicka    •    Sabtu, 12 Aug 2017 12:31 WIB
pendidikan
SMA di Yogyakarta tak Berani Tarik Sumbangan Siswa
Ilustrasi BOS, Ant

Metrotvnews.com, Yogyakarta: SMAN 3 Kota Yogyakarta tak menarik sumbangan pendidikan. Padahal, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DI Yogyakarta memberikan kebebasan tiap sekolah untuk menarik sumbangan.

Wakil Kepala SMAN 3 Kota Yogyakarta, Maryoto, mengaku tak memberlakukan pungutan sumbangan dari orang tua siswa. Sebab, ia belum mendapat keputusan resmi atau peraturan terkait sumbangan sekolah.

"Kalau belum ada landasan hukum kami enggak berani menarik sumbangan. Takut jadi temuan (pungutan liar)," ungkap Maryoto melalui sambungan telepon kepada Metrotvnews.com, Jumat 11 Agustus 2017.

Maryoto mengaku membutuhkan uang untuk kebutuhan operasional. Sekolah pun terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Lain lagi dengan SMKN 1 Temon Kulonprogo yang memberlakukan sumbangan pendidikan. Kepala SMKN 1 Temon, Bejo Wahyono, mengatakan sumbangan itu untuk memenuhi biaya operasional.

"Kamu ajukan sumbangan sebesar kekurangna biaya oeprational. Besarannya tidak ditentukan dan bersifat suka rela," tutur Bejo tanpa mau menyebutkan besaran sumbangan yang diajukan ke orangtua.

Ia menjelaskan setiap siswa membutuhkan biaya operasional kurang lebih Rp4 juta setahun. Sedangkan bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah daerah hanya Rp1 juta per tahun untuk setiap siswa. Sedangkan BOS dari pemerintah pusat hanya Rp1,4 juta per siswa.

Dengan kata lain, setiap siswa mendapat BOS dengan total Rp1,4 juta. "Jadi masih kurang Rp1,6 juta. Sedangkan untuk pembangunan fisik sudah dibantu oleh pemerintah daerah," ungkap Bejo.



(RRN)