Kemampuan SDM Mengelola Dana Desa Dianggap Masih Rendah

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 28 Aug 2017 12:14 WIB
dana desa
Kemampuan SDM Mengelola Dana Desa Dianggap Masih Rendah
Ilustrasi -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Kemampuan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengelola dana desa dianggap masih rendah. Hal ini menjadi salah satu faktor terjadinya penyalahgunaan dana desa.

"Apabila SDM kualitasnya baik, potensi melakukan korupsi rendah," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Gunungkidul Wibowo Wisnu Nugroho di Gunungkidul, Senin 28 Agustus 2017.

Pernyataan Wibowo itu didasarkan pada sejumlah kasus dugaan korupsi yang terjadi di sejumlah desa. Bahkan, seorang kepala desa di Gunungkidul ditahan lantaran dugaan korupsi dana desa.

Adalah Kepala Desa Bunder Kabul Santosa yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan sejak 22 Mei 2017. Nilai anggaran yang dikorupsi sekitar Rp130 juta.

Menurut Wibowo, kepala desa menjadi salah satu pihak yang berpotensi menyalahgunakan dana desa. Korupsi biasanya dilakukan dengan maladministrasi secara mark up, mark down, dan melakukan double counting di laporan keuangan.

Wibowo menganggap, potensi penyelewengan dana desa sangat besar karena alokasi per tahunnya sekitar Rp1 miliar. Di samping aspek administrasi, temuan Kejaksaan menunjukkan korupsi juga bisa terjadi dengan penyelewengan aset deaa melalui penjualan atau tukar guling tanah kas desa, penyewaan tanah kas desa bukan haknya untuk peruntukan lain, hingga penyelewengan dana hasip pelepasan.

"Jika tak dikelola dengan baik, dana desa juga bisa jadi sumber kecemburuan sosial. Kemampuan SDM desa masih perlu diperbaiki, misalnya dalam penyusunan RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Desa) dan RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa), ditambah dengan pengawasan internal serta eksternal," ujarnya.

Kepala Desa Karangmojo Supriyo mengatakan, kemampuan SDM di desanya cukup baik mengelola dana desa. Namun, kehati-hatian masih diperlukan agar penggunaan dana desa sesuai peruntukan.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi berharap, pemerintah pusat terus memberikan pendampingan hingga setiap desa memiliki SDM yang baik. "Desa masih perlu regulasi yang detail, seperti penganggaran untuk infrastruktur, kesehatan dan bagian lain berapa persen," katanya.

Kabupaten Gunungkidul memperoleh anggaran dana desa 2017 sebesar Rp132,3 miliar untuk 144 desa. Rata-rata, desa menerima dana desa pada kirasan Rp800 juta hingga Rp1 miliar.


(NIN)