Bangunan di Sempadan Pantai Selatan Yogya Segera Ditertibkan

Patricia Vicka    •    Jumat, 18 Aug 2017 12:53 WIB
yogyakarta
Bangunan di Sempadan Pantai Selatan Yogya Segera Ditertibkan
arga berada di tepi pantai yang terdampak abrasi di Pantai Depok, Bantul, DI Yogyakarta. (Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Seluruh pantai di selatan Yogyakarta akan menjadi salah satu fokus peningkatan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah setempat akan menata ulang kawasan pantai, salah satunya pernertiban bangunan di sempadan pantai.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanto mengatakan penataan sesuai dengan Perpres No 51 tahun 2016 soal Batas Sempadan Pantai. Yakni  batas sempadan pantai yang tidak boleh digunakan untuk kepentingan ekonomi minimal seratus meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.

Aris meniliai keberadaan lapak di dalam sempadan pantai cukup mengganggu wisatawan. "Kalau banyak lapak-lapak pedagang, wisatawan bisa terganggu melihat pemandangan luas laut selatan dengan lepas," katanya melalui telepon di Yogyakarta, Jumat, 18 Agustus 2017.

Pemda akan bekerja sama dengan Pemkab Gunungkidul, Bantul, dan Pemkab Kulon Progo. Namun, Aris belum bisa menjelaskan proses penertiban tersebut.

Aris mennjelaskan potensi wisata pantai di laut selatan sangat banyak dan sudah sangat siap menyambut turis. Keberadaan destinasi wisata ini sudah didukung oleh infrastruktur yang memadai.

"Luas pantai selatan DIY itu 113 km dari Kulo Progo sampai Gunungkidul. Sudah ada Jalan jalur lingkar selatan (JJLS) yang menyambungkan antar-pantai," jelasnya.

Sejumlah pantai yang sudah siap menjadi pusat destinasi wisata seperti Pantai Glagahsari di Kulon Progro; Pantai Samas, Parangtritis dan Parangkusumo di Bantul; dan Pantai Wediombo, Baron, dan Kukup di Gunungkidul. 

Pihaknya juga akan mendorong masyarakat dan komunitas sadar wisata untuk memperbaiki dan menambah homestay serta pertunjukan budaya untuk menarik para turis.


(SAN)