Pengelolaan Bumdes Belum Maksimal

Rhobi Shani    •    Selasa, 08 Aug 2017 15:37 WIB
bumdes
Pengelolaan Bumdes Belum Maksimal
Kantor balai Desa Langon, Tahunan, Jepara.--MTVN/Rhobi--

Metrotvnews.com, Jepara: Sejumlah desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, belum maksimal dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Tahun ini, tak banyak desa yang mengalokasikan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) untuk Bumdes. Usaha yang sudah dirintis tiap-tiap desa beragam.
 
Kepala Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Sutoyo menyampaikan, Bumdes desa di lereng Gunung Muria sisi utara itu bergerak di usaha penyedian bahan material bangunan. Bumdes Desa Tempur baru berjalan sejak dua bulan terakhir.
 
“Baru tahun ini jalan, sebelumnya belum. Modal usaha Bumdes Rp30 juta,” ujar Sutoyo.
 
Berbeda dengan Desa Tempur, Bumdes Desa Langon, Kecamatan Tahunan, bergerak dibidang layanan jasa pembayaran rekening listrik, telepon, dan tagihan kredit lainnya. Meski sudah dibentuk sejak tahun lalu, namun hingga saat ini Bumdes belum berjalan.
 
“Akhir tahun 2016 kami sudah memesan mesin EDC (Electronic Data Capture), tapi sekarang mesinnya belum ada sehingga Bumdes belum bisa berjalan,” terang Kepala Desa Langon Santoso.
 
Untuk menjalankan Bumdes, Santoso bilang, pemerintah desa menggelontorkan modal Rp30 juta di tahun 2015. Hingga sekarang, pemerintah Desa Langon belum menambah modal usaha.
 
“Modal usaha dari Banprov (bantuan provinsi). Kami tidak mengalokasikan dari DD maupun ADD,” kata Santoso.
 
Sementara, pemerintah Desa Kepuk Kecamatan Bangsri menjalankan Bumdes di sektor simpan pinjam. Kepala Desa Kepuk Nasuka menyampaikan, modal awal Bumdes hanya Rp25 juta. Sejak dibentuk tahun 2015, hingga saat ini Bumdes belum mendapat tambahan modal usaha.
 
“Apakah sudah ada hasilnya atau belum, pengelola Bumdes yang lebih tahu,” ujar Nasuka.
 
Nasuka bilang, tak ada tambahan modal usaha bagi Bumdes lantaran tak usulan tamabahan modal Bumdes tak Badan Perwakilan Desa (BPB).


(ALB)