Peringatan Lima Tahun Keistimewaan DIY

Asa Buruh Gendong Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Kamis, 31 Aug 2017 22:12 WIB
yogyakarta
Asa Buruh Gendong Yogyakarta
Saginem (kerudung putih) saat menerima bantuan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Pasar Beringharjo. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Wajah Saginem (80) buruh gendong pasar Beringharjo Yogyakarta tampak sumringah. Wanita asal Sentolo Kulonprogo ini baru saja mendapatkan hadiah dari Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X saat mengikuti Kenduri Rakyat Dalam rangka memperingati lima tahun disahkannya Undang-undang Keistimewaan DIY (UUK DIY).

"Seneng rasane. Saya dapat buku tabungan dan tas. Katanya bisa untuk ambil uang," tutur Saginem dengan bahasa Jawa halus di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Kamis 31 Agustus 2017.

Ia mengaku sudah puluhan tahun menjadi buruh gendong. Bahkan sebelum pasar Beringharjo direnovasi, ia sudah melakoni profesi berat tersebut. Pekerjaan buruh gendong yang sebagian besar menuntut tenaga besar untuk mengangkut-angkut barang tak membuat surut semangatnya.

Sejak pagi buta ia sudah tiba di pasar Beringharjo untuk menawarkan jasa menggendong barang-barang kepada para pedagang. Sekali gendong barang, ia biasa diupahi Rp 5ribu sampai Rp 20 ribu tergantung banyak dan beratnya barang.

Dalam sehari Saginem hanya mendapatkan upah Rp 40ribu-Rp100ribu. Walau hanya dibayar murah, nenek 10 cucu dan 5 cicit ini selalu bersyukur akan rezeki yang dia dapat.

Usai menerima bingkisan dari Sultan, Saginem berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat kecil seperti dirinya. Ia mengaku penghasilannya sehari-hari belum cukup untuk membiayai kehidupannya sehari-hari. Untuk bisa mencapai Pasar Beringharjo saja ia harus membayar uang bus pulang pergi Rp 25 ribu

"Kalau bisa ada bantuan seperti ini(uang tunai) setiap bulan. Buat makan saya dan anak cucu," tukas wanita yang mengenakan jarit kembang-kembang ini.

Terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan akan mengevaluasi kegiatan-kegiatan dalam bidang keistimewaan. Tujuannya agar kedepan kegiatan tersebut bsia berkolerasi menekan angka kemiskinan dan ketimpangan pendapatan yang tinggi di DIY.
 


(SUR)