Kunjungan ke Pasar Tegal, Gubernur Ganjar Ditagih Pedagang

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 01 Sep 2017 15:57 WIB
Kunjungan ke Pasar Tegal, Gubernur Ganjar Ditagih Pedagang
Gubernur Jateng saat kunjungan ke Pasar Trayeman, Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Ratusan pedagang Pasar Trayeman Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menagih janji Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar pernah menjanjikan akan memberikan bantuan berupa blower kipas angin untuk dipasang di dalam pasar tersebut. Namun, janji itu hingga kini belum terealisasi. 

"Ketika kampanye (pilgup 2014), Pak Ganjar pernah menjanjikan akan memberikan blower kalau sudah jadi gubernur, tapi sekarang belum diberikan," kata Masriah,45, salah satu pedagang kue kering di Pasar Trayeman, Jumat, 1 Maret 2017. 

Di depan Ganjar, Masriah mengaku kepanasan saat sedang berjualan di dalam pasar. Sebab, konstruksi bangunan pasar tidak dilengkapi dengan kipas angin berukuran besar. Selain itu, ventilasi pasar juga kurang memadai sehingga udaranya sangat panas pada siang hari.

"Pedagang kepanasan, mana janji pak gubernur," celetuknya.

Mendengar laporan itu, Ganjar beralasan bahwa dinas terkait di Pemkab Tegal tidak melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jateng. Mestinya, Pemkab melaporkan hal itu supaya langsung ditanggapi. Walau demikian, pihaknya tidak akan menyalahkan. Ganjar mengaku bakal merealisasi bantuan tersebut dalam waktu dekat.

"Nanti akan saya bantu tiga kipas angin. Itu pakai uang pribadi saya sendiri," ucapnya, di pasar Trayeman Tegal. 

Sementara, Komisariat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Cabang Kabupaten Tegal, Yani, mengaku sangat menyayangkan keberadaan toko modern yang kian menjamur di lingkungan pasar. Dirinya tak menampik, Pemkab Tegal memang sudah membuat aturan larangan keberadaan toko modern di lingkungan pasar. Namun, aturan itu sepertinya tidak diindahkan. Terbukti, masih banyak toko modern yang berdiri di sekitar pasar dengan jarak kurang dari 100 meter.

"Contohnya di Pasar Bawang Banjaran. Di situ ada toko modern yang harganya lebih murah dari pedagang pasar. Jaraknya dari pasar paling cuma 15 meteran. Padahal dalam aturan, jaraknya harus 100 meter," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Marsinah,40, salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Bawang. Dia menuturkan, keberadaan toko modern di lingkungan pasar sangat mengganggu penghasilannya. Dia berharap, Pemkab Tegal tegas terhadap toko modern yang berdiri di lingkungan pasar.

"Itu harus ditertibkan. Kasihan para pedagang yang penghasilannya semakin menurun," keluhnya. 

(ALB)