Air dan Sanitasi Indonesia masih Jauh dari Ideal

Pythag Kurniati    •    Selasa, 03 Oct 2017 19:24 WIB
lingkungan
Air dan Sanitasi Indonesia masih Jauh dari Ideal
Regional Manager Usaid Iuwash Plus Jefry Budiman di Solo, Selasa, 3 Oktober 2017.

Metrotvnews.com, Solo: United States Agency for International Developtment (Usaid) Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (Iuwash Plus) menyebut, cakupan air dan sanitasi di Indonesia masih jauh dari ideal. Indonesia menempati peringkat ke-9 dari seluruh negara di Asean.

Bila dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, cakupan air bersih dan sanitasi Indonesia masih jauh tertinggal. Singapura berada di posisi pertama disusul Malaysia pada posisi kedua.

"Keduanya (Singapura dan Malaysia) sanitasi air perpipaannya sudah 100% dan buang air besar sembarangan 0%," ungkap Regional Manager Usaid Iuwash Plus Jefry Budiman, di Hotel Royal Heritage, Selasa, 3 Oktober 2o17.

Sedangkan di Indonesia, lanjutnya, masih banyak masyarakat buang air besar di sembarang tempat, misalnya di sungai-sungai. Tercatat sistem sanitasi perpipaan di Indonesia 33% dan angka buang air besar sembarangan 13%.

Imbasnya, masyarakat rentan terdampak penyakit yang disebabkan oleh buruknya sanitasi. Hal ini, kata dia, salah satunya tercermin dalam data Kementerian Kesehatan mengenai penyakit diare.

Ia menyebut, kematian anak usia 1 bulan hingga satu tahun, 31 persennya disebabkan oleh diare. Hal ini juga berimbas pada sisi ekonomi masyarakat.

"Dampak ekonominya, adalah masyarakat miskin membayar 10 sampai 20 kali lebih mahal untuk mendapatkan air bersih," beber dia.

Jeffry menuturkan, saat ini pemerintah tengah menggalakkan program 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan kumuh serta 100 persen sanitasi. Persoalan Ini memang harus menjadi perhatian serius.

"Di Jawa Tengah, kami pun melakukan pendampingan pada sejumlah kota. Seperti Magelang, Kabupaten Magelang, Kota Salatiga, Kabupaten Sukoharjo, serta Kota Solo," pungkas dia.


(ALB)