Perajin Batik Pekalongan Didorong Berdagang Online

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 04 Oct 2017 20:56 WIB
batike-commerce
Perajin Batik Pekalongan Didorong Berdagang <i>Online</i>
Sekretaris Kementrian Koperasi dan UMKM, Agus Muharram, saat membuka Pekan Batik Pekalongan, di Kawasan Wisata Nusantara Jetayu. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pekalongan: Kementerian Koperasi dan UMKM, berharap perajin batik di Pekalongan, lebih kreatif dalam memasarkan produknya untuk mendongkrak pendapatan. Salah satunya memanfaatkan pasar daring (e-commerce) atau media sosial.

“Saat ini kan sudah era digital, serba online. Sehingga saya harap tidak hanya menjual produk batik, namun juga harus lebih kreatif dalam pemasarannya,” kata Sekretaris Kementrian Koperasi dan UMKM, Agus Muharram, saat membuka Pekan Batik Pekalongan, di Kawasan Wisata Nusantara Jetayu, Rabu 4 Oktober 2017.

Agus mengapresiasi digelarnya Pekan Batik Pekalongan 2017. Acara tersebut diharapkan bisa mendongkrak ekonomi melalui industri batik.

“Dengan sistem promosi seperti ini diharapkan produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM batik dari Pekalongan dapat dipasarkan dan laku terjual,” ujarnya.

Selain menggelar pekan batik di daerah-dareah penghasil batik, Agus juga berharap gerakan nasional memakai batik semakin dimasyarakatkan. Gerakan ini tentunya akan menguntungkan negara dan perajin.

“Misalkan dengan membeli produk batik seharga Rp 50 ribu per tahun, yang diawali dari aparatur sipil negara (ASN), TNI maupun Polri yang jumlahnya mencapai ribuan. Jadi ada pemasukan sekitar Rp6-7 triliun,” jelasnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pekalongan, Saelani Mahfud, mengatakan Pekan Batik Pekalongan 2017 ini untuk menyambut hari batik nasional. Acara yang digelar selama 5 hari ini mengusung tema Batik Pekalongan Membingkai Silang Budaya Nusantara.

“Selain untuk mempromosikan Kota Pekalongan sebagai pusat batik dunia, juga untuk meningkatkan pemasaran batik, mempromosikan pariwisata dan produk unggulan Kota Pekalongan,” pungkasnya.


(SUR)