176 Desa di Pemalang Rawan Bencana

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 25 Nov 2017 18:48 WIB
bencana
176 Desa di Pemalang Rawan Bencana
Ilustrasi

Pemalang: Sebanyak 176 desa di Pemalang, Jawa Tengah, masuk kategori daerah rawan bencana banjir, longsor, dan angin kencang. Hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, 54 desa di 11 kecamatan masuk wilayah rawan bencana tanah longsor, 51 desa disembilan kecamatan masuk wilayah rawan bencana banjir, dan 71 desa di 11 kecamatan masuk wilayah rawan bencana angin kencang.
 

"Untuk wilayah rawan banjir utamanya ada di daerah utara, yakni disekitar bantaran Sungai Comal. Untuk wilayah rawan longsor, berada di daerah selatan yakni diderah lereng Gunung Slamet dan daerah perbukitan. Sedangkan, wilayah rawan angin kencang hampir ada di seluruh kecamatan,” kataKetua Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang Wismo, Jumat, 25 November 2017.

Menurut Wismo, kecamatan yang paling berpotensi banjir adalah Kecamatan Petarukan, Ulujami, Pemalang, dan Kecamatan Comal. Wilayah yang paling berpotensi longsor adalah Kecamatan Watukumpul dan Pulosari. Sementara, wilayah yang paling berpotensi terjadi angin kencang adalah Kecamatan Pulosari, Randudongkal dan Petarukan. "Untuk musim penghujan tahun ini, wilayah Pemalang bencananya sudah merata terjadi. Mulai dari banjir, longsor, angin kencang, kebakaran, dan petir. Namun, yang paling diwaspadai adalah banjir, longsor, dan angin disertai petir,” katanya.

BPBD Kabupaten Pemalang juga menyiagakan lima posko bencana yang siaga 24 jam, yakni satu posko induk di kantor BPBD dan empat posko masing-masing ada di Kecamatan Ulujami, Pulosari, Watukumpul, dan Kecamatan Belik.
 
“Untuk bantuan logistik dan sarana prasarana, disiagakan di posko induk. Sewaktu-waktu ada bencana, kami siap mengedrop ke daerah bencana,” tambahnya.
 
Kata Wismo, pihaknya juga telah mengantisipasi terjadinya bencana. Misalnya dengan memangkas ranting-ranting pohon yang ada di daerah rawan. Selain itu, normalisasi sungai juga dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir.
 
“Kepada warga masyarakat, kami imbau agar selalu waspada. Jika ada hujan lebat yang disertai angina, sebaiknya langsung mengungsi ketempat yang aman,” pungkasnya.



(NIN)