Kiprah Bob, Sang "Jenderal" Ganja di Nusakambangan

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 25 Oct 2017 17:56 WIB
narkoba
Kiprah Bob, Sang
Kepala BNNP DIY, Brigadir Jenderal Triwarno Atmojo (kiri) dan sejumlah tersangka pengedar narkotika (berpenutup kepala). (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNNP DIY menembak mati Alfaruq alias Bob, 40, gembong narkoba yang memasok di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Bob ditembak mati di kawasan Gamping, Sleman, Yogyakarta pada Rabu pagi, 25 Oktober 2017. 

Kepala BNNP DIY, Brigadir Jenderal Triwarno Atmojo mengatakan, Bob memiliki julukan 'jenderal' karena kelihaiannya memasok narkotika, termasuk ganja, di Nusakambangan. Sebelum ditembak mati, Bob memiliki jalur luas dalam pendistribusian ganja dari Aceh hingga wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. 

Polda DIY pernah menangkap Bob dalam kasus narkotika pada tahun 2000. Saat itu Bob tertangkap dengan barang bukti 10 kilogram ganja, 100 gram sabu, ratusan butir pil ekstasi, dan puluhan gram serbuk putaw. "Bob lalu divonis seumur hidup di Lapas Wirogunan Yogyakarta," ujar Triwarno di Kantor BNNP DIY pada Rabu, 25 Oktober 2017. 

Bob kemudian dipindah ke Lapas Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah pada 2003. Menurut Triwarno, Bob mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo dan dinyatakan bebas pada 2013. 

Usai bebas tersebut, Bob ternyata masih menjalankan bisnis haram itu. Triwarno menjelaskan Bob menjalankan bisnis itu dengan mengambil barang dari Bireun, Aceh. Dari Aceh, Bob membawa barang itu lewat jalur darat menuju Jakarta. "Barang-barang tersebut lalu didistribusikan ke Jakarta dan sebagian di daerah lain," kata dia. 

Ia menyebut, Bob menjual ganja dan barang sejenis ke wilayah Jawa Tengah dan DIY. Dalam sebulan, Bob bisa menjual 3 kilogram sabu di Jawa tengah dan DIY. Selain itu, Bob juga mengirimkan barangnya ke Kalimantan. "Omzetnya kurang lebih Rp4,5 miliar per bulan," tuturnya. 

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP DIY, AKBP Mujiyana menambahkan Bob mendapat julukan "jenderal" karena kelihaiannya memasok ganja ke Nusakambangan. "Saat tertangkap Bob beridentitas KTP Cilacap. Dia menikah dengan orang Cilacap," ungkapnya. 


(ALB)