Polres Kendal Reka Ulang Pembunuhan di Ladang Jagung

Iswahyudi    •    Selasa, 12 Dec 2017 15:22 WIB
kasus pembunuhan
Polres Kendal Reka Ulang Pembunuhan di Ladang Jagung
Reka ulang kasus pembunuhan Karlinah Dwi Jayanti warga Tegal yang mayatnya ditemukan di ladang jagung, Kecamatan Sukorejo, Kendal. Foto: Medcom.id/Iswahyudi

Metrotvnews.com.Kendal: Satreskrim Polres Kendal reka ulang kasus pembunuhan Karlinah Dwi Jayanti warga Tegal yang mayatnya ditemukan di ladang jagung, Kecamatan Sukorejo, Kendal. Reka ulang digelar di halaman Mapolres Kendal, Selasa, 12 Desember 2017, siang.

Pelaku pembunuhan, Sunari, warga Kecamatan Plantungan, memeragakan sembilan adegan. Reka ulang diawali dengan perjalanan dari Jakarta hingga Sukorejo.

Sunaro dan Karlinah tiba di Sukorejo pada Rabu, 23 Agustus 2017, pagi. Karlinah mengajak tersangka untuk bertemu dengan keluarga tersangka. Namun, Sunari menolak datang ke rumah dan mengajak korban menginap di salah satu hotel di Sukorejo.

"Malamnya korban saya ajak untuk mencari makan," kata tersangka.
 
Keduanya lalu keluar hotel dan mencari makan. Mereka berjalan kaki hingga sampai di jalan setapak persawahan. Keduanya cekcok karena Karlinah menagih janji Sunari untuk menikahinya.

Namun, tersangka menyatakan tidak bisa, karena sudah memiliki istri dan anak. Korban yang emosi, mengambil sebatang bambu dan memukul tersangka dari belakang. ‘

"Saya dipukul dengan keras hingga tersungkur ke tanah. Korban lalu berdiri di depan saya dan mencekik leher. Dia juga mengancam akan membunuh saya jika tidak menikahinya," terang Sunari yang mengaku menyesal sudah menghilangkan nyawa kekasihnya.
 
Tersangka yang emosi juga mencekik leher korban dengan sekuat-kuatnya, hingga korban lemas dan terjatuh. Setelah memastikan korban tidak bergerak, Sunari selanjutnya pergi ke arah Bunderan Sukorejo dan pergi ke Jakarta.
 
Kasat Reskrik AKP Aris Munandar, mengatakan, reka ulang dengan adegan untuk mengetahui secara pasti kasus pembunuhan tersebut. Selain itu untuk melengkapi berkas penyidikan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.  Sunari dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
 


(SUR)