Empat Taruna Akpol Diganjar Vonis Berbeda

Mustholih    •    Kamis, 14 Dec 2017 12:09 WIB
kekerasan
Empat Taruna Akpol Diganjar Vonis Berbeda
Ilustrasi

Semarang: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang menjatuhkan hukuman berbeda kepada empat terdakwa kasus penganiayaan terhadap taruna tingkat II Akademi Kepolisian Semarang. Masing-masing terdakwa terbukti bersalah menganiaya Muhammad Adam hingga meninggal.

Ketua Majelis Hakim Antonius Widjijantono mengatakan empat terdakwa diputuskan melanggar ketentuan yang tercantum dalam Pasal 170 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. "Menjatuhkan pidana kepada terdakwa satu Christian Atmadibrata Sermumes dengan pidana penjara salama 1 tahun. Serta terdakwa II, III, dan IV dengan pidana penjara selama 6 bulan 20 hari," kata dia saat membacakan amar putusan di PN Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 13 Desember 2017.

(Baca: Kepergian Tiba-Tiba Adam)

Terdakwa II, III, dan IV masing-masing adalah Martinus Bentanone, Gibrail Chartens Manorek, dan Gilbert Jordu Nahumury. Ketiganya bisa menghirup udara bebas setelah putusan dibacakan.

Sementara, Christian harus menjalani sisa hukumannya. Atas putusan itu, Christian merasa diperlakukan tidak adil.

Aris Bongga Salu selaku kuasa hukum Christian menegaskan bakal mengajukan banding. Ia menilai putusan Majelis Hakim berat sebelah.

"Sebab, dakwaan kepada empat terdakwa sama, pasalnya sama, tuntutan sama, tapi putusan berbeda. Dalam kesaksian juga peran ke empatnya sama," ungkap Aris.

(Baca: Nasib 14 Senior Akpol, Tersangka Penganiayaan Adam)

Sebagai informasi, Adam ditemukan tewas di Asrama Akpol dengan luka lebam di dada dan jari tangan pada pukul 02.30 WIB, Kamis 18 Mei 2017. Mendapati Adam tak bergerak, dia segera dilarikan ke rumah sakit tetapi nyawanya tak tertolong. Adam meninggal setelah dianiaya senior-seniornya.


(NIN)