Uang dan Jajanan Cara Pelaku Pencabulan Bujuk Korban

Pythag Kurniati    •    Senin, 20 Mar 2017 14:51 WIB
kekerasan seksual anak
Uang dan Jajanan Cara Pelaku Pencabulan Bujuk Korban
Ilustrasi pedofil, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Karanganyar: F, tersangka pencabulan terhadap 16 anak di Karanganyar, Jawa Tengah, sehari-hari bekerja sebagai pemulung dan tukang cuci handuk di sebuah salon. Sebelum melancarkan aksinya, ia membujuk calon korban dengan uang dan jajanan.

F merupakan warga Desa Tegalgede, Karanganyar. Ia dibekuk polisi pada 15 Maret 2017 atas tuduhan pencabulan pada anak-anak di sekitar rumahnya.

Pria berusia 29 tahun itu tak mengelak saat polisi membekuknya. F bahkan mengaku mencabuli 16 anak sejak 2003. Rata-rata usia korban yaitu 8 hingga 10 tahun.

"Tersangka melakukan tindakan bejat itu di beberapa titik lokasi," kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, Senin 20 Maret 2017.

Beberapa lokasi yaitu sungai di desa tersebut, rumah tersangka, toilet, dan gudang. F membujuk calon korban dengan iming-iming uang Rp2 ribu hingga Rp5 ribu. F juga memberikan jajanan.

"Beberapa kali juga disertai dengan tindakan memaksa jika korban menolak," lanjut Ade Safri.

Saat ini, Polres Karanganyar tengah mendalami kasus tersebut. Kapolres mengatakan baru mendapat dua laporan korban. Ia menduga laporan bakal bertambah.

Penyidik, ujar Kapolres, menyita sejumlah barang bukti yaitu baju dan celana korban. Polisi juga mengumpulkan keterangan korban dan mengantongi hasil visum korban.

Kasus tersebut terkuak setelah seorang anak berinisial ARR, 8, mengaku pada gurunya soal tindakan F. Kemudian guru melaporkan pengakuan itu pada orang tua ARR.

"Kemudian orang tua ARR melapor ke polisi pada 15 Maret 2017. Kami langsung membekuk tersangka," ujar Kapolres.

Tersangka dijerat Pasal 82 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidana untuk F yaitu 3 hingga 15 tahun.


(RRN)