Rumah Wali Kota Solo Langganan Banjir

Pythag Kurniati    •    Selasa, 29 Nov 2016 16:47 WIB
banjir
Rumah Wali Kota Solo Langganan Banjir
Pompa air dikerahkan untuk menyedot air yang merendam wilayah tempat tinggal Wali Kota Solo, Jateng, Selasa (29/11/2016). (Foto-foto: Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Banjir melanda enam kelurahan di tiga kecamatan di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa, 29 November. Bahkan, rumah milik komandan kota tempat kelahiran Presiden Joko Widodo itupun turut terendam.

Pengalaman kebanjiran bukan kali ini saja dialami Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo. Rumahnya di RT 02 RW 09 Kelurahan Pucangsawit, Jebres, kerap dikepung banjir. Rumah itu ia tempati sejak 1967.

Pemilik sapaan Rudy itu tak ingat lagi berapa kali banjir menyambangi kediamannya. Paling parah, katanya, saat banjir 2007. "Ketinggian air satu meter," ujar dia.

Sedangkan tahun 2016, pertama kali banjir merendam rumahnya pada Juni. "Hari ini yang kedua kalinya," kata Rudy.

Ia mengatakan, air di kawasan Pucangsawit mulai naik pada dini hari tadi, sekira pukul 02.00 WIB. Saat itu, dia tidak di rumah. "Jam satu (dini hari) saya masih patroli, keliling memantau," tutur Rudy.


Permukiman di Kota Solo terendam air, Selasa (29/11/2016).

Baca: Banjir Kepung Solo, Rumah Wali Kota Terendam

Saat itu, kata dia, rumahnya belum banjir. Namun, saat dia pulang beberapa jam kemudian, air telah mengepung. "Begitu balik, air sudah tinggi," kata dia. Ketika berita ini ditulis, banjir di wilayah rumahnya sudah surut, dua pompa dikerahkan. 

Rudy mengaku, banjir di permukiman tempatnya tinggal lantaran kesalahan konstruksi parapet. Dia menuding dinding pembatas aliran air dari Kota Solo ke Bengawan Solo tidak dilengkapi katup.

Akibatnya, saat debit Bengawan Solo tinggi, air justru naik ke perkampungan melalui lubang-lubang drainase. Bila pada saat bersamaan hujan turun, banjir tidak terelakkan.

"Kalau ada klepnya, saat air sungai naik, klep itu otomatis menutup sendiri," imbuh Rudy. Dia mengaku telah mengusulkan hal itu sejak pembangunan parapet oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).


Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengawasi pekerja eskavator saat menguruk saluran air.

Untuk langkah cepat, Rudy akhirnya menutup parapet tersebut. Dia mendatangkan satu unit ekskavator. "Setelah ini akan saya cor. Ditutup sekalian," katanya.

Baca: BPBD: 663 KK Terdampak Banjir Solo

Dia bakal mengalihkan saluran ke arah barat saluran lama. Di situ juga dilengkapi pompa air," ujarnya. 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Solo, Gatot Sutanto menerangkan setidaknya tercatat 663 KK di Kota Solo terdampak banjir. Banjir merendam Kelurahan Kampung Sewu, Pucangsawit, Jebres, Kecamatan Jebres; Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan; Kelurahan Semanggi, Sangkrah, dan Kedunglumbu Kecamatan Pasar Kliwon.

Air di beberapa kawasan seperti Kelurahan Jebres, Kelurahan Gandekan dan Kedunglumbu, lanjutnya, saat ini telah surut.

"Sedangkan di kawasan bantaran seperti Kampung Sewu, Pucangsawit, Sangkrah dan Semanggi masih lumayan tinggi hingga saat ini," katanya. Ketinggian air saat ini di lokasi tersebut rata-rata mencapai betis orang dewasa.


(SAN)