PT Angkasa Pura Tolak Dengarkan Protes Warga Terdampak NYIA

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 28 Jun 2018 18:26 WIB
sengketa tanahbandara
PT Angkasa Pura Tolak Dengarkan Protes Warga Terdampak NYIA
Salah satu alat berat saat perataan tanah di atas lahan proyek pembangunan bandara NYIA di Kulon Progo. Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Kulon Progo: PT Angkasa Pura I menolak mendengarkan protes warga terdampak proyek pembangunan bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat proses perataan tanah atau land clearing pada Kamis, 28 Juni 2018. Mereka berdalih sudah berulang kali mengingatkan warga agar mengosongkan lahan proyek bandara. 

PT Angkasa Pura dikawal sekitar 500 aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP, meratakan lahan proyek bandara NYIA. Ladang warga yang masih terdapat pepohonan dan tanaman pertanian yang sebagian siap panen diratakan dengan alat berat. 

"Kalau soal akan panen tanya warga saja. Kami sudah berulang kali kasih pemberitahuan," ujar Project Manager NYIA, Sujiastono. 

Sujiastono berujar, dirinya hanya memantau kelanjutan progres pembangunan bandara NYIA yang ditarget operasional para April 2019. Proyek pengerjaan bandara dilakukan pengembang PT Pembangunan Perumahan. 

Menurut dia, land clearing hari ini adalah lanjutan proyek pembangunan setelah diliburkan pada lebaran Idulfitri 2018. "Ini hanya melanjutkan pekerjaan kemarin," kata dia. 

Proses land clearing tersebut memakai belasan alat berat. Alat tersebut untuk merobohkan berbagai pepohonan, termasuk kelapa. Selain itu, ladang pertanian warga yang salah satunya ditanami cabai siap panen juga ikut diratakan. 

Seorang warga Dusun Sidorejo, Desa Glagaharjo, Kecamatan Temon, Tomo, 57, mengatakan lahan yang dirusak PT Angkasa Pura merupakan satu-satunya mata pencaharian warga. Tanah yang jadi lahan pertanian itu adalah warisan dari para leluhurnya. "Kalau tidak tani, mau ngapain," ungkapnya. 



(ALB)