381 Calon Jemaah ABU Tours Lapor ke Polda DIY

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 12 Apr 2018 18:20 WIB
penipuanibadah umrah
381 Calon Jemaah ABU Tours Lapor ke Polda DIY
Salah satu korban agen ABU Tours, Riyadi menunjukkan kuitansi pelunasan pembayaran saat lapor ke polisi. Foto: Medcom-Ahmad Mustaqim

Sleman: Sebanyak 381 jemaah ABU Tours di Yogyakarta melaporkan biro jasa perjalanan umrah dan haji tersebut ke Polda DIY, Kamis, 12 April 2018. Mereka menuntut pengembalian uang yang sudah mereka keluarkan kepada jasa ABU Tours di Yogyakarta itu.

Kuasa hukum korban ABU Tours, Tito Hadi Priyatna, mengatakan ratusan jemaah pendaftar di ABU Tours Yogyakarta untuk ibadah umrah, haji, dan haji plus. Calon pendaftar yang mendaftar pada 2017 dijanjikan berangkat pada tahun ini.

"Kami putuskan menempuh jalur hukum usai kasus ABU Tours mencuat pada 2017 dan awal tahun ini," kata Tito selepas melaporkan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY.

Ia mengakui para jemaah telah melapor ke Lembaga Ombudsman DIY agar bisa mediasi dengan manajemen ABU Tours. Namun, upaya itu tak ada hasil.

Menurut dia, para kliennya menuntut man ajemen ABU Tours mengembalikan semua uang yang sudah diberikan. Meskipun, ada sebagian jemaah yang minta diberangkatkan ke tanah suci.

"Tapi kita tunggu proses hukum kepolisian," jelasnya.

Tergiur promo murah

Salah satu jemaah korban jasa ABU Tours, Ihwan Gunawan, 40, meminta uangnya dikembalikan. Warga Kabupaten Sleman ini mengaku sudah mendaftarkan empat anggota keluarganya dengan biaya per orang Rp16 juta.

Saat mendaftar pada 2017, ABU Tours masih tahap awal membuka cabang di Yogyakarta. Ia mengaku tergiur dengan promo dengan harga yang lebih murah dibanding dengan agen lain.

"Waktu itu pemerintah belum merekomendasikan harga umrah sekitar Rp20 juta, jadi ada promo murah saya langsung mendaftar," akunya.

Ihwan sempat diminta oleh ABU Tours memilih jadwal keberangkatan pada Januari atau Februari 2018. Saat dekat jadwal keberangkatan, ABU Tours menunda dan mengundurkan jadwal pemberangkatan hingga belum diketahui lagi kelanjutannya. Bahkan, pihaknya sempat dimintai biaya Rp15 juta per orang.

Riyadi, korban ABU Tours asal Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo menambahkan, dirinya mendaftar ke ABU Tours untuk umrah reguler 2017. Lelaki 62 tahun itu diminta membayar total biaya hingga Rp26,5 juta dan sudah lunas.

"Januari 2018 harusnya berangkat. Tapi diundur dengan alasan penaikan pajak dan segala macam. Kami berharap segera ada solusi," jelasnya.




 


(SUR)