Siswa SD Patungan Sisihkan Uang untuk Guru Bergaji Kecil

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 14 Sep 2018 18:52 WIB
Guru Honorer
Siswa SD Patungan Sisihkan Uang untuk Guru Bergaji Kecil
Sejumlah anak di SD Mentel 1 Desa Hargosari, Gunungkidul, menyerahkan uang sumbangan untuk membantu GTT di sekolah tersebut, Jumat, 14 September 2018, Medcom.id - Mustaqim

Gunungkidul: Seorang siswa SD Mentel 1 Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, menenteng sebuah kardus berkeliling sekolah. Ia mengumpulkan uang dari teman-temannya yang nantinya diberikan kepada guru tak tetap (GTT).

Aksi siswa bernama Carisa Moniati itu mendapat sambutan positif. Teman-temannya pun memberikan sumbangan dari saku masing-masing.

Di SD tersebut, sebanyak 158 siswa bersekolah. Ada siswa yang memasukkan uang Rp2 ribu ke kardus, ada juga yang Rp10 ribu.

"Uang ini kami sisihkan untuk bapak ibu guru yang gajinya kecil," kata Carisa di sekolahnya, Jumat, 14 September 2018.

Bapak ibu guru yang dimaksud Carisa yaitu guru yang berstatus tidak tetap alias GTT. Carisa mengaku mengetahui besaran gaji GTT lebih kecil ketimbang guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). 

"Iya, makanya ini buat bantu uang saku bapak ibu guru. Biasanya kami kalau Jumat bawa bekal dari rumah, di sekolah cukup jajan buat minum," kata dia. 

Bayu Dwi Nur Cahyani, GTT di SD Mentel 1 Desa Hargosari, mengatakan berterima kasih atas kepedulian anak-anak didiknya. Bayu mengajar di SD Mentel 1 Hargosari sejak 2005. Ia menerima gaji Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan. 

"Terharu rasanya melihat siswa di sini. Mereka didukung orang tuanya supaya tetap semangat belajar di sekolah," ungkapnya. 

Kepala SD Mentel 1 Kamijan mengatakan aksi siswa didukung Komite Sekolah. Di SD Mentel 1, kata Kamijan, terdapat delapan GTT.

Kamijan berharap pemerintah dapat memberikan perhatian pada GTT. Sehingga, mereka dapat tetap mendidik anak-anak dengan kesejahteraan yang setimpal.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengklaim sudah berusaha meningkatkan pendapatan GTT. Bahron mengatakan ia mengusulkan upah GTT sebesar Rp600 ribu mulai 2019.


(RRN)