Warga Karimunjawa Sambut Musim Angin Barat dengan Barikan

Rhobi Shani    •    Jumat, 14 Oct 2016 13:30 WIB
budaya
Warga Karimunjawa Sambut Musim Angin Barat dengan Barikan
Warga Karimunjawa mengikuti tradisi Barikan menyambut musim angin barat, MTVN - Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Musim angin berat segera tiba. Masyarakat Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyambut musim angin dan gelombang tinggi itu dengan menggelar Tradisi Barikan. Ini sebagai bentuk harapan, agar selama musim angin barat berlangsung warga tetap diberi limpahan rezeki dan keselamatan.
 
Tokoh masyarakat Karimunjawa, Srianto menyampaikan, tradisi Barikan sudah berlangsung sejak lama turun-temurun. Hanya saja, belakangan pelaksanaan Barikan tak lagi diikuti semua masyarakat.
 
“Sejak tahun lalu, tradisi Barikan kami kemas pesta rakyat agar tradisi ini ke depan tidak hilang,” ujar Srianto melalui sambungan seluler, Jumat (14/10/2016).
 
Srianto menguraikan, tradisi Barikan dilaksanakan setiap Jumat Wage bulan Suro (penanggalan Jawa). Warga dipimpin pemuka agama menggelar doa di perempatan jalan desa. Sebelum diarak dan dilarung ke laut, empat tumpeng besar disiapkan diletakan di perempatan jalan desa dari semua penjuru arah.
 
“Setiap warga dari rumah membawa buceng. Setelah doa bersama, buceng atau tumpeng kecil berisi kacang hijau dan garam dibawa pulang lalu disebar di sekitar rumah warga,” urai Srianto.
 
Tradisi Barikan dilaksanakan sebelum musim angin barat tiba. Disampaikan Srianto, itu sebagai bentuk harapan masyarakat Karimunjawa, agar selama musim angin barat berlangsung warga tetap diberi keselamatan. Mengingat, sebagaian besar masyarakat Karimunjawa menggantungkan hidupnya dari laut.
 
“Barikan ini warisan leluhur dan harus dilestarikan, kalau tidak bisa hilang digerus kemajuan. Karimunjawa sekarang tidak seperti dulu, pesatnya pariwisata berdampak positif juga negatif. Nah, Barikan ini salah satunya untuk mengurangi dampak negatif itu,” kata Srianto.
 
Tahun ini, Srianto menambahkan, tradisi Barikan akan dilangsungkan pada Kamis 20 Oktober 2016. Namun, rangkaian acara tradisi Barikan yang dikemas pesta rakyat sudah dimulai kemarin, Kamis 13 sampai 22 Oktober 2016.
 
“Sepekan sebelum Barikan ada pelatihan keterampilan membatik, membuat souvenir dari limbah, tari, dan film untuk anak-anak sampai orangtua. Usai Barikan, hasil pelatihan dipamerkan di alun-alun,” pungkas Srianto.  


(RRN)