Solidaritas Berujung Sabetan Parang

Rhobi Shani    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:30 WIB
penganiayaan
Solidaritas Berujung Sabetan Parang
?Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin (tengah) menunjukkan barang bukti parang yang digunakan pelaku menganiaya korban. Foto: Metrotvnews.com/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Sakit hati lantaran temannya dianiaya, tiga lelaki mendatangi pelaku dan mengganjarnya dengan sabetan parang. Beruntung korban bisa melarikan diri dan selamat, meski tubuhnya penuh luka.

Aksi balas dendam ini bermula saat Sholekan, 30, menganiaya sahabat dari ketiga pelaku, pertengahan November lalu. Tak terima, ketiga pelaku, yakni Saiful, 40, Kusnandar, 33, dan Akhmad Wahyudi, 26, mendatangi rumah Sholekan di RT 02/04 Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Ketiganya membawa parang dan langsung menyerang Sholekan. Korban terkena sabetan di perut dan kepalanya. Namun, dia berhasil kabur dan melapor ke polisi. Tak lama, polisi menangkap ketiganya.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menyampaikan motif penganiayaan adalah balas dendam. Pasalnya, teman pelaku pernah dipukuli korban.
 
Para pelaku diancam hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara. Barang bukti yang disita berupa parang sebanyak empat bilah dengan panjang satu meter. Serta, sepeda motor Suzuki bernomor polisi K 5138 MV yang digunakan para pelaku untuk mendatangi rumah korban.
 
Sementara itu, Saiful mengaku terpaksa mengeroyok lantaran sakit hati temannya dianiaya. Selain itu, Saiful mengaku juga pernah dipukuli korban. “Saya lakukan ini sebagai bentuk solidaritas kepada teman” ucap Saiful.
 
Saiful mengatakan membeli parang Rp120 ribu dari pedagang keliling. Parang dibeli beberapa bulan sebelum penganiayan terjadi. “Beli ini (parang) untuk jaga diri saja,” kata Saiful tertunduk. 


(UWA)