Tipu Nakhoda, ABK Ditangkap

Kuntoro Tayubi    •    Minggu, 02 Oct 2016 15:36 WIB
penipuan
Tipu Nakhoda, ABK Ditangkap
Ketua Paguyuban Nelayan Lancar (Nalar) Tegal, Muji Wahyudi, menunjukkan berkas laporan atas nama salah satu ABK yang diduga telah menipu nakhoda kapal. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Seorang anak buah kapal (ABK), berinisial SUR, 29, warga Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, harus berurusan dengan polisi lantaran nekat menipu nakhoda. Saat ini, SUR sedang menjalani proses hukum di Mapolres Tegal.

Ketua Paguyuban Nelayan Lancar (Nalar) Tegal, Muji Wahyudi, menuturkan, SUR telah menipu uang dari tiga orang nakhoda di wilayah pantura Kabupaten Tegal. Jumlah uang yang berhasil ditipunya sebesar Rp10,5 juta. Modusnya, berpura-pura mendaftar sebagai ABK di sebuah kapal yang hendak melaut.

Seperti biasanya, ABK yang hendak melaut diberi gaji di awal oleh nakhoda untuk kebutuhan hidup keluarga yang ditinggal di rumah. Namun, setelah uangnya diberikan, SUR justru kabur.

"Karena SUR sering melakukan modus seperti itu, akhirnya kami melaporkan SUR ke polisi," tutur Muji yang juga sebagai pelapor kasus tersebut, Minggu (2/10/2016).

Muji mengungkapkan, ketiga nakhoda yang berhasil diperdaya SUR yakni Ahmad Mujahidin alias Kadut, Ikbal, dan Suamin alias Kempot. Ketiganya merupakan warga Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Kerugian yang dialami Kadut sebesar Rp4 juta, Ikbal Rp2 juta, dan Kempot Rp3,5 juta. Menurut Muji, aksi penipuan itu berlangsung lama. Mulai dari 2013 lalu hingga Maret 2016.

"Tapi sekarang SUR sudah diamankan di Mapolres Tegal," ujarnya.

Selain SUR, pihaknya mengaku juga melaporkan kasus serupa di beberapa Polsek lainnya. Di wilayah Polsek Suradadi, dia melaporkan sembilan ABK, di Polsek Kramat enam ABK, dan Polsek Tegal Timur Kota Tegal empat ABK. Hingga kini, 19 ABK itu masih dalam pencarian. Disinyalir, mereka sedang melaut di luar kota.

"Mereka modusnya sama seperti SUR, setelah mendapat gaji di awal (sebelum melaut), mereka langsung kabur," ujarnya.

Muji menyarankan, 19 ABK yang sedang dalam pencarian itu sebaiknya menyerahkan diri. Jika mau mengakui perbuatannya, maka akan diselesaikan secara kekeluargaan.


(SAN)