Mendikbud Menggambar Bareng Anak SD di Museum Tino Sidin

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 14 Dec 2017 14:10 WIB
warisan budaya
Mendikbud Menggambar Bareng Anak SD di Museum Tino Sidin
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tampak serius menggoreskan spidol hitam di atas kertas yang dipegangnya, di Museum Taman Tino Sidin, Desa Ngestiharjo, Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Bantul: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tampak serius menggoreskan spidol hitam di atas kertas yang dipegangnya. Dipandu sebuah layar, Muhadjir berusaha menggambar di atas sebuah papan.

Menteri Muhadjir tak sendiri menggambar. Ia melukis bersama 11 siswa SD Kadipiro 1 di dalam Museum Taman Tino Sidin, Desa Ngestiharjo, Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, pada Kamis, 14 Desember 2017.

Sekitar 20 menit menggambar, Muhadjir menunjukkan hasilnya kepada siswa SD. Gambar yang Muhadjir goreskan dengan spidol itu berwujud burung hantu di atas pohon dengan panorama bulan purnama.

Senyum melebar ditunjukkan Muhadjir usai menyelesaikan gambar. Kemudian, ia memantau anak-anak di sekitarnya yang masih menggambar. Tak lama setelah itu, ia mengajak tos semua ada di dalam ruangan museum. "Menggambar jadi salah satu cara menanamkan pendidikan karakter," katanya.


Hasil karya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Sebelum menggambar tersebut, Menteri Muhadjir lebih dulu membuka pameran seni bertajuk Visual Art Exhibition Tribute Tino Sidin dalam rangka mengenang seniman lukis Tino Sidin di depan Museum Seni Taman Tino Sidin, Jalan Tino Sidin Nomor 297 Kadipiro. Usai memberikan sambutan, Muhadjir sempat menyanyikan sebuah lagu diiringan grup musik keroncong.

Grup keroncong bernama Wani Ngalah itu mengiringi Muhadjir melantunkan lagu berjudul Dinda Bestari. "Rasanya saya grogi kenyanyi di depan seniman-seniman," katanya diikuti tepuk tangan dan tawa pengunjung pembukaan pameran. Sejumlah maestro seni memang terlihat hadir dalam pembukaan pameran itu, seperti Joko Pekik, Nasirun, dan Untung Basuki.

Arfina Rafsanjani, edukator Museum Taman Tino Sidin, menambahkan buka untuk umum sejak 2014, dari pukul 9.00 WIB hingga 15.00 WIB. Di dalam museum itu terdapak ratusan karya Tino Sidin selama hidupnya, 25 November 1925 hingga meninggal 29 Desember 1995.

"Di museum ini juga ada atribut yang khas digunakan pak Tino Sidin. Ada baret dan kacamata," ujarnya.

 


(SUR)