Beras Cadangan Musim Paceklik Mulai Dibagikan

Rhobi Shani    •    Senin, 18 Dec 2017 14:30 WIB
musim pancaroba
Beras Cadangan Musim Paceklik Mulai Dibagikan
Ilustrasi -- ANT/Mohammad Ayudha

Jepara: Musim angin barat mulai menerjang Kepulauan Karimunjawa. Warga Karimunjawa yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan jadi tak bisa melaut lantaran gelombang tinggi. Pasokan kebutuhan pangan ke Karimunjawa pun terhambat.

Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Nor Soleh mengatakan beras cadangan untuk musim paceklik mulai dibagikan ke warga. Masing-masing desa mendapat jatah berbeda-beda.

"(Desa) Parang dan Kemujan sudah mengambil, kebetulan kemarin ada kapal," kata Sholeh di Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Senin, 18 Desember 2017.

Sholeh menguraikan, beras cadangan musim paceklik sebanyak 8 ton. Jatah untuk Desa Karimun sebanyak 3 ton, Desa Kemujan 2,5 ton, Desa Parang 1,5 ton, dan Desa Nyamuk 1 ton.

"Sebagian juga didistribusikan untuk warga yang di Pulau Genting," kata Sholeh.

Menurut Sholeh, musim angin barat tahun ini maju dari biasanya. Ia khawatir jika musim gelombang tinggi dan angin kencang akan berlangsung lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya.

"Biasanya akhir Desember baru muncul. Tapi, ini gelombang tinggi dan angin kencang sudah muncul sejak awal Desember," ungkap Sholeh.

Musim angin barat, lanjut Sholeh, biasanya berlangsung tiga bulan dimulai Januari hingga Maret. Tinggi gelombang pada musim angin barat bisa mencapai 4-5 meter.

"Pada kondisi seperti itu, pahlawan kami nelayan yang berani menyeberang (dari Jepara) membawa barang-barang kebutuhan pangan karena kapal penumpang tidak berlayar," pungkas Sholeh.


(NIN)