Antisipasi Longsor, Pemkot Yogyakarta Perbaiki Talud

Patricia Vicka    •    Sabtu, 18 Nov 2017 18:33 WIB
tanah longsoryogyakarta
Antisipasi Longsor, Pemkot Yogyakarta Perbaiki Talud
Ilustrasi -- ANT/Noveradika

Yogyakarta: Kota Yogyakarta mulai bersiap menghadapi musim hujan. Salah satunya dengan memperbaiki sejumlah talud untuk mengantisipasi longsor saat musim hujan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman mengatakan bantaran sungai sering longsor saat hujan deras turun. Longsor disebabkan talud yang ada rusak.

Pada 2016, talud di Sungai Belik, Langen Sari, ambrol dan merusak beberapa rumah di bawahnya. Air sungai pun meluap dan menggenangi jalanan serta rumah warga. Talud lainnya yang diperbaiki berada di Sungai Code yang melewati Kecamatan Pakualaman.

"Selain itu, talud di daerah Terban, dekat Jembatan RS Sardjito, juga diperbaiki. Saat musim hujan tahun lalu, talud di sana jebol dan mengancam rumah warga," kata Aki di Yogyakarta, Sabtu, 18 November 2017.

Sementara, untuk mengantisipasi longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menganggaran dana pada APBD 2018. Dana tersebut untuk membeli 3.000 karung pasir dan 1.000 terpal.

"Karung pasir dan terpal itu untuk menutupi tanah yang longsor, supaya tidak semakin besar," kata Kasie Kedaruratan dan Logistik Bayu Wijayanto.

BPBD Kota Yogyakarta juga menyiapkan logistik berupa makanan, selimut, dan obat-obatan bagi pengungsi jika terjadi longsor. Dinas Pekerjaan Umum digandeng menyiapkan alat berat untuk menyingkirkan material longsor.

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan terjadi pada Desember 2017 hingga Februari 2018. Longsor biasanya terjadi saat puncak musim hujan.


(NIN)