3 Gadis Madiun Diminta Presiden Menginap di Gedung Agung

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 01 Jan 2018 21:54 WIB
presiden jokowi
3 Gadis Madiun Diminta Presiden Menginap di Gedung Agung
Presiden Joko Widodo bersama tiga Gadis asal Madiun. Foto: Setkab RI.

Yogyakarta: Presiden Joko Widodo mengundang tiga gadis asal Madiun, yakni Bunga, Arin dan Hafsah, menginap di Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta. Ketiganya diundang menginap setelah Jokowi mendengar kisah mereka yang tidak memiliki tempat bermalam sebelum kembali ke kota asalnya.

Ketiganya merupakan warga yang termasuk dalam undangan makan malam Presiden Jokowi. Kejadian bermula saat Presiden Jokowi meminta Ajudan Kolonel Pnb Mohammad Nurdin untuk mengundang masyarakat di depan Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta bersantap malam pada Minggu, 31 Desember 2017.

"Undang 70 orang untuk makan malam di sini," ujar Presiden Jokowi, Senin 1 Januari 2018.

Namun, karena masyarakat ramai di depan Gedung Agung, akhirnya sekitar 250 orang , termasuk Bunga, Arin dan Hafsah yang ikut jamuan malam bersama presiden. 

Kepada Presiden, Bunga, Arin, dan Hafsah bercerita, kalau mereka tiba di Yogyakarta hanya bermodalkan ongkos Rp150 ribu. Ketiganya berangkat dari Madiun pukul 08.00 WIB, dan tiba di Yogyakarta pada pukul 13.00 WIB siang. Mereka mengaku hanya berniat liburan ke kota gudeg. 

Namun, di dekat Gedung Agung, mereka melihat keramaian dan bertanya kepada warga sekitar. "Katanya, ada Pak Jokowi kalau mau foto sana. Antre dulu tapi'. Dan kita sabar antre sampai desak-desakan dan diinjak-injak," cerita Arin.

Ketiganya pun ikut mengantre foto bersama Jokowi. Saat kesempatan tiba, sembari berfoto, ketiga remaja ini juga menyampaikan cita-citanya kepada Presiden. Mereka minta didoakan berhasil masuk Universitas Gadjah Mada (UGM). “Amin kata Pak Jokowi,” lanjut Arin.

Singkat cerita, usai berfoto, ketiganya juga bisa ikut makan malam dengan Jokowi beserta ratusan warga lain. Usai santap sate ayam dan minum teh hangat, ketiganya pamit untuk berkeliling sembari ingin merayakan malam pergantian tahun di yogyakarta. Mereka berencana pulang esok harinya, namun belum tahu di mana akan menginap. 

"Ya dimana saja. Masjid bisa, yang penting nanti istirahat," ucap Hafsah.

Rupanya, cerita ketiga gadis Madiun yang tak tahu menginap di mana ini sampai ke telinga Presiden. Jokowi langsung memerintahkan Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta Saifulah menghubungi ketiga gadis itu, untuk diajak menginap di Istana. 

Usai perayaan malam pergantian tahun, tepatnya Senin 1 Januari 2018 pukul 00.30 WIB, tiga gadis itu ditelepon pihak Istana dan meminta untuk kembali ke Gedung Agung. "Saat diminta identitas di ruang piket, kok mengisi keperluan menginap," ucap Arin.

Usut punya usut, ketiga gadis itu rupanya berasal dari keluarga kurang mampu. Arin diketahui merupakan siswa SMA Negeri 5 Madiun, yang merupakan anak pengemudi becak. Sedangkan, ibunya hanya ibu rumah tangga. 

Sementara, Bunga tercatat sebagai siswa SMA Negeri 6 Madiun. Ia merupakan piatu, dan ayahnya bekerja sebagai montir. Satu lagi, Hafsah merupakan siswa SMK Negeri 3 Madiun. Ayah Hafsah berjualan batu alam di Cirebon, dan ibunya adalah ibu rumah tangga.


(AGA)