Pernikahan Kahiyang-Bobby Mempromosikan Pelestarian Budaya

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 07 Nov 2017 16:33 WIB
jokowi mantupernikahan kahiyang-bobby
Pernikahan Kahiyang-Bobby Mempromosikan Pelestarian Budaya
Petugas memasang foto putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu (kanan) dengan Bobby Nasution (kiri) saat menyelesaikan dekorasi pernikahannya di Gedung Graha Saba, Solo, Jawa Tengah. Foto: Antara/Maulana Surya

Metrotvnews.com, Solo: Prosesi panjang dijalani putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dan Muhammad Bobby Afif Nasution, sejak Senin kemarin. Beragam budaya, adat istiadat, dan tradisi Jawa dijalankan, banyak mata menyaksikan.

Budayawan Solo Mufti Rahardjo menilai pernikahan Kahiyang-Bobby turut mempromosikan pelestarian budaya Nusantara. Pekan ini budaya Jawa, dua pekan lagi budaya Batak. Seluruh prosesi disorot awak media dan disaksikan publik.

(Baca: Media Peliput Pernikahan KahiyangLebih Banyak dari Gibran)

Senin kemarin, prosesi pernikahan dimulai dengan Wilujengan. Wilujengan ini mempertemuan kedua mempelai dengan orang tua mereka.

"Wilujengan itu memiliki arti permohonan doa dan harapan ke calon pengantin agar acara pernikahan berjalan lancar dan bisa membangun rumah tangga dengan baik," ujar Mufti, Jawa Tengah, kepada Metrotvnews.com, Selasa 7 November 2017.

Kemudian, hari ini ada prosesi pemasangan bleketepe, tuwuhan, serta siraman. Siraman ini menggunakan air dari tujuh sumber. Air itu digunakan untuk siraman kedua calon pengantin.

(Klik: Siraman, Menyucikan Diri Sebelum Menerima Wahyu Jodoh)

Lalu, ada prosesi sadeyan (jualan) dawet dan midodareni. Midodareni akan dilangsungkan pada malam nanti. Prosesi midodareni secara garis besar menanyakan kesiapan kedua mempelai untuk membangun rumah tangga.

"Itu semua memang sudah tradisi (masyarakat) Jawa. Ini agar pengantin diberi kesucian lahir batin," tuturnya.

Mufti juga mengungkapkan, sebagian besar masyarakat Jawa masih menjalankan prosesi-prosesi tersebut saat akan menikah. Seluruh prosesi dilakukan untuk memberikan dukungan moril, doa, dan harapan dari orang tua hingga kerabat kepada kedua mempelai.

(Baca juga: Tradisi Bleketepe dan Maknanya dalam Pernikahan Adat)

Kebiasaan masyarakat Jawa hampir sama, misalnya antara Solo dengan Yogyakarta. Meski ada perbedaan, hal itu lebih terletak pada ageman (busana) yang ada di daerah masing-masing.  

"Saya kira adat dan istiadat Jawa hampir sama. Yang membedakan pada ageman, ini menyesuaikan lokasi masing-masing. Prosesi itu berakhir saat acara resepsi," kata dia.

Mufti berharap masyarakat tetap mencintai dan melestarikan budaya Jawa tersebut. Dia tak ingin perkembangan zaman melunturkan budaya dan adat di Nusantara.

Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan sang calon suami, Muhammad Bobby Afif Nasution menjalani akad nikah pada Rabu pagi, 8 November 2017. Acara resepsi akan dilakukan pada siang dan malam harinya di Gedung Saba Buana Desa Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Acara adat Batak dan resepsi Ngunduh Mantu putri Presiden RI Joko Widodo di Medan akan berlangsung dari 24-26 November 2017. Pesta berlangsung di Komplek Bukit Hijau, Jalan Setia Medan Selayang.

(Buka: Bobby Nasution Gelar Pesta 'Ngunduh Mantu' selama Tiga Hari)


(SUR)