Banjir di Banyumas dan Kebumen Mulai Surut

Mustholih    •    Rabu, 18 Oct 2017 18:04 WIB
banjirbencana
Banjir di Banyumas dan Kebumen Mulai Surut
Banjir di Cilacap, Jawa Tengah (Foto: BPBD Jawa Tengah)

Metrotvnews.com, Semarang: Banjir dan tanah longsor yang menerjang tiga Kabupaten di-Jawa Tengah berlahan surut. Di Banyumas, banjir masih mengenangi jalan dan pekarangan warga dengan ketinggian rata-rata 60 centimeter.

"Kalau yang masuk rumah 10 sentimeter. Sudah mulai surut, mudah-mudahan tidak hujan lagi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyumas, Prasetyo Budi Widodo saat dihubungi Metrotvnews.com, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 18 Oktober 2017.

Menurut Prasetyo, genangan masih terjadi Grumbul Clawer, dan Grumbul Nusapule, Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh. Sementara di desa-desa lain, genangan relatif sudah mengering. "Logistik sudah kita dorong ke lokasi. Seperti mi instan, kecap, beras, sarden, saus, air kemasan, dan makanan siap saji," jelas Prasetyo.

Di Banyumas, hujan mengakibatkan debit sungai Angin Grumbul Karet meluap hingga menghanyutkan satu rumah warga di RT 4/5. Peristiwa itu terjadi pada pukul 03.50 WIB, Selasa, 17 Oktober 2017.

Sedangkan di Desa Cibangkong RT4/3 Kecamatan Pekuncen, terjadi tanah longsor yang menimpa bagian dapur rumah warga setempat. Peristiwa itu terjadi pada pukul 22.30 WIB, Senin 16 oktober 2017.

Hujan juga mengakibatkan tanah longsor yang melanda Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang  RT 4/3, Banyumas. Satu rumah warga terdampak longsoran tanah. Sedangkan di Desa Karanglewas, Kecamatan Jatilawang RT 3/2 hujan mengakibatkan tanah longsor.

Adapun di Kebumen, banjir juga sudah surut. Genangan air masih terlihat di area persawahan, namun di wilayah pemukiman penduduk sudah mengering. Banjir menerjang Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah, Kebumen pada pukul 07.00 WIB, Selasa, 17 Oktober 2017.

"Jadi untuk cuaca hari ini masih mendung cuma tidak hujan. Tadi sempat gerimis sehingga dampak banjir kemarin, sampai siang hari ini sudah surut," ujar Kepala BPBD Kebumen, Eko Widianto, saat dihubungi Metrotvnews.com.

Di Kebumen, tanah longsor, antara lain, terjadi di Jalan Kalikudu, Kecamatan Karangsambung.  Longsor mengakibatkan jalan yang menghubungkan RT 05/04 dengan  RT 01/04 terputus. Hujan turun dari Senin malam, 10 Oktober hingga Selasa, 11 Oktober 2017.

Tanah longsor juga terjadi  di RT 02/02, Desa Kalijaya, Kecamatan Alian. Di Dukuh Kalibatur, RT 2/5, Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, longsor menimpa satu rumah warga setempat pada pukul 05.30 WIB. 

Menurut Eko, penanganan material lonsor sebenarnya sudah dibersihkan sejak kemarin. "Kita koordinasikan dengan PU. untuk titik-titik bedat sudah dibersihkan. hanya untuk yang kecil-kecil yang berada di pemukiman maupun jalan antar dukuh sudah tidak terputus mulai kemari siang," tegas Eko.

Sementara di Cilacap, tanah longsor terjadi pada pukul 00.00 WIB, Selasa dini hari, 17 Oktober 2017 di Grumbul Soka Rame, RT 02/02, Desa Ciwuni, Kecamatan kesugihan. Hujan mengakibatkan pergerakan tanah di Dusun Sidakumpul, Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap. Menurut Syaeful, jalan desa yang menghubungkan Citepus-Jambusari ambles.

Menurut Kepala BPBD Cilacap, Tri Komara, kondisi longsor dan tanah amblas tersebut sudah ditangani warga setempat. Namun, di Dusun Kemroncong, Dusun Penggungsari, Kecamatan Nusawungu banjir masih masih menggenang. "Perlu tiga hari tanpa hujan untuk surut," terang Tri Komara saat dihubungi Metrotvnews.com.

Tri Komara menuturkan banjir terjadi akibat normalisasi Sungai Sibelis belum selesai dan tidak berfungsinya klep (alat buka tutup) Sungai Gatel. "Sehingga buangan air Desa Sikanco, Danasri, dan Banjarwaru tidam maksimal," tegas Tri Komara.


(ALB)