Polisi Cokok Sindikat Pengedar Uang Palsu di Pati

Rhobi Shani    •    Kamis, 19 Oct 2017 17:04 WIB
uang palsu
Polisi Cokok Sindikat Pengedar Uang Palsu di Pati
Barang bukti uang palsu yang diciduk dari tersangka Sarni dan AsmijanFoto: MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Pati: Sindikat pengedar uang palsu (upal) lintas daerah diringkus aparat Polres Pati, Jawa Tengah. Untuk mengelabui petugas, dua orang pengedar menyamar jadi juru pijat.

Dua pelaku yang ditangkap yakni Sarni Budiyono, warga Desa Maitan, Pati, dan Kasmijan, warga Desa Padakan, Kabupaten Blora. Mereka menyasar pedagang-pedagang besar di pasar-pasar tradisional.

“Penangkapan ini berawal dari pengembangan informasi dari masyarakat di Desa Sukolilo,” ungkap Maulana, Kamis 19 Oktober 2017.

Modus yang digunakan pelaku yakni memakai uang palsu pecahan Rp100 ribu sebagai alat transaksi. Kedua tersangka pengedar Upal ini ditangkap di tempat berbeda, namun berasal dari satu jaringan pengedar.

“Menurut pengakuan para pelaku, uang palsu diperoleh dari seseorang yang saat ini masih buron,” ujar Maulana.

Upal yang diedarkan para tersangka ini berbeda dengan uang asli. Nomor seri upal yang dipakai sama. Selain itu, tekstur kertas yang digunakan berbeda dengan uang asli.

“Total uang yang berhasil disita Rp5 juta pecahan Rp100 ribu,” tambah Maulana.

Pelaku dijerat dengan Pasal 36 ayat (2) dan (3) Undang-undang RI Nomor 7 tahun 2001, tentang Mata Uang subsider pasal 245 KUHP dengan acaman pidana 15 tahun penjara. Saat ini polisi memburu anggota jaringan pengedar upal yang masih buron.


(SUR)