Warga Kecewa Jokowi Batal Kunjungi Pengungsian Wonogiri

Pythag Kurniati    •    Minggu, 10 Dec 2017 15:51 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjirsiklon tropis cempaka
Warga Kecewa Jokowi Batal Kunjungi Pengungsian Wonogiri
Lokasi pengungsian di Kompleks SDN Dlepih 1 Wonogiri, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati

Wonogiri: Presiden Jokowi batal mengunjungi pengungsian di Wonogiri, Jawa Tengah, yang diterjang bencana banjir dan longsor akibat Siklon Cempaka. Ngalinem, 53, warga Dusun Bengle RT 01 RW 05 Desa Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri, tampak kecewa.

Sebelumnya, presiden direncanakan mengunjungi salah satu titik pengungsian di kompleks SDN Dlepih I, Desa Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri. "Iya sudah dengar kalau Pak Jokowi mau datang. Karena batal, kami kecewa. Soalnya ingin lihat langsung presiden," ungkap Ngalinem mewakili pengungsi-pengungsi lainnya, Minggu, 10 Desember 2017.

Meski batal hadir, presiden mengirimkan paket-paket bantuan kepada para pengungsi. Paket-paket tersebut dikemas dalam boks dan diangkut menggunakan truk.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei mengatakan, Presiden Jokowi telah memberikan sejumlah arahan terkait penanganan pascabencana di Wonogiri dan sekitarnya.

(Klik: Jokowi akan Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Wonogiri dan Pacitan)

"Sesuai arahan presiden, beliau minta pemerintah daerah, TNI, Polri termasuk pemerintah pusat menangani dampak bencana dengan sebaik-baiknya," ungkap Willem di lokasi pengungsian.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana, dilaksanakan verifikasi dan pemulihan. Verifikasi antara lain menyasar kerusakan pemukiman warga.


Paket bantuan dari Presiden Jokowi untuk pengungsi. Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati


Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah akan memberikan sewa rumah. Sembari dilakukan perbaikan pada pemukiman warga. "Berapa besarannya nanti dibicarakan BNPB dengan bupati setempat," imbuhnya.

Verifikasi dan pemulihan berikutnya yakni menyangkut infrastruktur, utamanya yang bersifat mendesak. Misalnya jembatan dan gedung sekolah.

"Kami bersama Pemda juga akan bekerja keras untuk memulihkan sosial ekonomi warga pascabencana," tutur Willem.

(Baca: Longsor Susulan Masih Terjadi di Wonogiri)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto menjelaskan, hingga saat ini tercatat sekitar 2.500 warga teedampak bencana yang mengungsi. Pengungsian terdapat di beberapa titik lokasi.

Adapun jumlah wilayah yang terdampak banjir dan longsor yakni 136 desa, 23 kecamatan di Wonogiri, Jawa Tengah.


(SUR)