Masyarakat Jateng Diminta Kembali Aktifkan Ronda

Mustholih    •    Senin, 07 Jan 2019 15:48 WIB
bencana longsorbencana banjir
Masyarakat Jateng Diminta Kembali Aktifkan Ronda
ilustrasi Medcom.id

Semarang: Provinsi Jawa Tengah sedang memasuki puncak musim penghujan. Masyarakat Jateng diminta kembali mengaktifkan ronda malam demi mewaspadai bencana longsor.

"Saya sudah instruksikan teman-teman bisa enggak diaktifkan ronda. Saat terjadi longsor malam itu yang paling fatal. Saya khawatir pada tidur nyenyak engak jaga ronda," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah, Sarwa Pramana, Semarang, Jateng, Senin, 7 Januari 2019.

Menurut Sarwa, bencana longsor biasanya didahului dengan suara gemuruh serupa pesawat yang hendak mengudara atau mendarat. Dengan mengaktifkan ronda, korban jiwa akibat bencana longsor diharapkan bisa ditekan. 

"Kearifan lokal diaktifkan lagi," ujar Sarwa menegaskan.

Sarwa meminta masyarakat juga membuat kentongan. Menurutnya, kentongan jauh lebih efektif memberi tahu warga tentang tanda bahaya ketimbang alat pengeras suara. 

"Masyarakat bisa secara cepat dipanggil melalui kentongan itu. Kalau sound system kan harus dipasang dan sebagainya. Kalau kentongan semua punya, jadi bisa langsung," terang Sarwa.

Sarwa menyatakan di Jateng daerah rawan longsor berada di Wonosobo, Purworejo, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Brebes, Kudus, dan Karanganyar. Adapun bencana banjir, Jateng kini dinilai relatif lebih aman. 

"Longsor itu yang kita waspada. Tapi untuk banjir, sepanjang tidak ada tanggul jebol, aman," tutur Sarwa.


(ALB)