Polisi Belum Terima Laporan Kasus Pungli ASN Jateng

Budi Arista Romadhoni    •    Selasa, 08 Jan 2019 15:08 WIB
pnspungli
Polisi Belum Terima Laporan Kasus Pungli ASN Jateng
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Semarang: Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dilaporkan mengutip pungutan liar (pungli) dan menerima gratifikasi. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut ada tujuh ASN terlibat kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja mengaku belum ada laporan masuk ke pihaknya terkait kasus pungli ASN Pemprov Jateng. "Kalau di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolian terpadu) belum ada laporannya mas," ungkapnya kepada Medcom.id di Semarang, Selasa, 8 Januari 2018.

Kasus pungli terhadap ASN tersebut bisa diproses bila ada aduan masyarakat kepada kepolisian. Baik sebagai korban atau pihak yang mengetahui dan mempunyai bukti-bukti.

"Kalau unsur-unsurnya terpenuhi bisa diproses," tandasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meradang menerima laporan pungutan liar (Pungli) dan memanggil PNS yang terlibat.

"Saya dapat laporan, ada jajaran saya yang pungli dan terima gratifikasi. Saya datangkan orangnya. Ada yang ngaku, ada yang pura-pura tidak tahu, ada yang tidak mengaku sama sekali," kata Ganjar.

Baca: Ganjar Pranowo Panggil 7 PNS Diduga Terima Pungli

Ganjar berujar ada tujuh PNS di lingkungan Pemprov Jateng yang sudah dimintai keterangan. Ketujuh itu diduga melakukan pungli dan menerima gratifikasi.

Ganjar semakin naik pitam saat ketujuh PNS itu disebut-sebut menyetorkan pungli dan gratifikasi ke politikus PDI Perjuangan tersebut. Isu tersebut disebut Ganjar sangat jahat dan kejam, serta mengandung fitnah yang luar biasa.


(SUR)