Bus Pariwisata Besar Akan Dilarang Masuk Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Selasa, 18 Dec 2018 18:23 WIB
natal dan tahun baru
Bus Pariwisata Besar Akan Dilarang Masuk Yogyakarta
Kendaraan terjebak kemacetan di simpang Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (18/6). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.

Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X akan melarang bus pariwisata besar masuk ke Kota selama liburan Natal dan Tahun baru. Jalanan Kota Yogyakarta dinilai sempit dan volume kendaraan selalu meningkat saat liburan akhir tahun.

"Kalau aku melihat bus jangan masuk kota. Sehingga kota tidak penuh. Saya lihat jalanan sudah penuh dengan bus besar," kata Sri Sultan HB X di Yogyakarta, Selasa, 18 Desember 2018.

Jika diberlakukan, bus pariwisata hanya mengantar penumpang sampai titik-titik parkir yang sudah disiapkan. Penumpang kemudian diangkut ke dalam kota dengan menggunakan bus kecil atau mobil berkapasitas besar.

Meski demikian, keinginan Sri Sultan HB X harus mendapat persetujuan Pemerintah Kota Yogyakarta. Jika disetujui, Sultan HB X mengusulkan beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat parkir bus sementara. Salah satunya berada di samping Jogja Expo Center di Janti, Bantul.

"Depan JEC ada hotel. Di sampingnya ada tanah kas desa lima Hektar. Bisa dipakai untuk parkir. Nanti Ke kota pakai odong-odong atau kendaraan yang lebih kecil lagi," jelas Sri Sultan HB X.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi setuju dengan usulan Sri Sultan HB X. Namun sebelum diberlakukan, pihaknya harus berkoordinasi untuk menentukan lokasi parkir.

Lokasi parkir yang sudah dimiliki saat ini masih belum mampu menampung jumlah bus yang diperkirakan masuk ke Yogyakarta.

"Sekarang tempat parkir bus baru ada di tempat parkir Ngabean dan tempat parkir Senopati serta Terminal Giwangan. Satu atau dua hari lagi nanti kita umumkan," kata Heroe.


(DEN)