Masyarakat Diimbau Cegah DBD dari Luar Rumah

Rhobi Shani    •    Rabu, 23 Jan 2019 14:09 WIB
demam berdarah
Masyarakat Diimbau Cegah DBD dari Luar Rumah
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Jepara: Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sudah memulai pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Agustus 2018. Sosialisasi pada seluruh lapisan masyarakat, kegiatan Jumat bersih di tingkat desa, hingga pembagian abate dan mengaktifkan kembali juru pemantau jentik desa sudah dilakukan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Fakhrudin menyampaikan, pencegahan DBD tidak bisa jika hanya mengandalkan tindakan pemerintah. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang DBD juga penting.

"Kalau tindakan pencegahan di dalam rumah mungkin sebagaian besar masyarakat sudah sadar, tapi pencegahan dan pengetahuan tentang DBD di luar rumah ini yang masih rendah," kata Fakhrudin di Jepara, Jawa Tengah, Rabu, 23 Januari 2019.

Pada musim penghujan seperti saat ini, jentik nyamuk aides aigepty yang menyebarkan virus DBD mudah berkembang biak. Fakhrudin juga meminta warga membersihkan bak mandi dan bak penampungan yang berada di luar rumah. Itu seperti air di sisa potongan bambu, daun, dan kaleng bekas.

"Dari bertelur sampai menjadi nyamuk dewasa butuh waktu sekitar 10 hari. Tempatnya di air yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Itu sebabnya, setiap pekan harus dibersihkan untuk memutus rantai perkembangbiakan. Tidak hanya di dalam rumah tapi juga di luar rumah," jelas Fakhrudin.

Fakhrudin melanjutkan, meningkatnya kasus DBD juga disebabkan curah hujan tinggi. Apa bila hujan turun dalam waktu lama secara terus menurus, kecil kemungkinan nyamuk aides aigepty dapat berkembang biak.

Tapi jika sebaliknya, hujan turun tidak setiap hari dalam waktu yang lama, kondisi itu dapat membuat nyamuk aides aigepty berkembangbiak dengan cepat.

"Ya, seperti saat ini. Dua hari hujan terus panas dua hari. Kemudian hujan lagi terus panas lagi. Jadi faktor cuaca juga membuat angka kasus DBD ini meningkat," pungkas Fakhrudin.


(DEN)