Kekeringan di Gunungkidul Meluas hingga 11 Kecamatan

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 07 Sep 2017 11:24 WIB
kemarau dan kekeringan
Kekeringan di Gunungkidul Meluas hingga 11 Kecamatan
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Sekitar 11 kecamatan dari total 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta didera kekeringan di musim kemarau ini. Situasi kekeringan ini terbilang meluas karena beberapa waktu sebelumnya hanya ada delapan kecamatan yang mengalami kekeringan. 

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono mengatakan, delapan kecamatan yang lebih awal mengalami kekeringan yakni Girisubo, Nglipar, Paliyan, Panggang, Purwosari, Rongkop, Tanjungsari, dan Tepus. Sedangkan, tiga kecamatan tambahan yang mengalami kekeringan yakni Ngawen, Patuk, dan Ponjong. 

"Tapi untuk tiga kecamatan yang belum lama ini mengalami kekurangan air sudah bisa ditangani oleh pemerintah kecamatan," kata Sutaryono dihubungi Metrotvnews.com di Yogyakarta pada Kamis, 7 September 2017. 

BPBD, kata dia, sejauh ini masih memberikan bantuan air bersih ke warga di delapan kecamatan itu. Setidaknya, ada 122 dusun di 22 desa yang memperoleh bantuan air bersih. Bantuan diberikan dengan berdasarkan data yang masuk ke BPBD. 

"Kami menyuplai air bersih setidaknya bisa memenuhi kebutuhan air 39.534 warga. Sampai sekarang, 1.500 tangki air bersih yang sudah kami salurkan," ungkapnya.  

Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi mengatakan ada enam desa di wilayahnya yang mengalami kekurangan air. Enam desa itu yakni Beji, Patuk, Pengkok, Nglegi, Ngoro-oro, dan Terbah. 

Ia memperkirakan kondisi warga yang mengalami kekurangan air sudah terjadi dalam sepekan terakhir. "Hampir setiap hari kita kirimkan bantuan air bersih. Kira-kira empat tangki per hari," katanya. 

Menurut Haryo, kekurangan air di musim kemarau mulai terjadi di Patuk selepas gempa dahsyat melanda Yogyakarta pada 2006 silam. Akibatnya, sejumlah sumber mata air akhirnya mati. Ia mengaku sudah membuatkan sumur bor dan saluran air desa untuk mengatasi kekeringan. 

"Sementara kita bisa tangani. Kalau nanti sudah kemarau panjang kami koordinasi dengan BPBD untuk bantuan air bersih," kata dia. 

Camat Kecamatan Ponjong, Sukis Hariyanto menambahkan, ada empat desa yang mengalami kekurangan air bersih, yakni Kenteng, Sawahan, Sumbergiri, dan Tambakromo. Ia mengaku menganggarkan Rp96 juta untuk mengatasi masalah kekeringan. "Kami siapkan 400 tangki bantuan air bersih," tuturnya. 


(ALB)