Pengentasan Kemiskian Ala Gubernur Yogya Perlu Langkah Konkret

Patricia Vicka    •    Rabu, 02 Aug 2017 19:51 WIB
yogyakarta
Pengentasan Kemiskian Ala Gubernur Yogya Perlu Langkah Konkret
Sri Sultan HB X memberikan paparan dalam rapat paripurna DPRD DIY, Rabu (2/8/2017). (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews,com, Yogyakarta: Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwoono X baru saja ditetapkan kembali menjadi Guberur DIY periode 2017-2022. Namun, visi-misi yang dia ajukan mendapat kritik dari para legislator.

Anggota dewan menilai visi dan misi yang dipaparkan kurang menjabarkan strategi pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah selatan DIY.

"Persoalan kemiskinan DIY yang sebesar 13,2 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional yang 10,1 persen perlu langkah konkret," kata Sekretaris Fraksi PDIP Rendradi Suprihandoko dalam Rapat Paripurna Keistimewaan Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, di gedung DPRD, Rabu, 2 Agustus 2017.

Dia menyebut, gubernur perlu menetapkan target dalam menurunkan kemiskinan di bawah rata-rata nasional. Strategi pembangunan, katanya, harus protenaga kerja dan prorakyat.

Baca: Songsong Abad Samudera Hindia jadi Visi Gubernur Yogya

Pembangunan di desa jangan diarahkan menjadi kota. Namun lebih kearah memaksimalkan potensi desa yang bisa memberikan nilai dan manfaat ekonomi pada masyarakat desa.

Sementara fraksi PAN mengkritik kurang adanya kesinambungan antara arah Pembangunan lima tahun ke depan dengan RPJMD yang sudah disusun sampai 2022. Juru Bicara Fraksi PAN, Suharwanta mengatakan dalam RPJMD 2022, DIY berupaya meningkatkan pariwisata dengan cara memperlama waktu tinggal wisatawan dan DIY menjadi pusat pendidikan, pariwisata dan budaya se-Asia Tenggara.

"RPJMD 2017-2022 seharusnya mengacu ke RPJMD 2022. Saran kami visi dan misi yang sarat akan konsep dan gagasan bisa dikonkretkan kembali dan disinkronkan dengan RPJMD 2022," kata Suharwanta.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan pengentasan kemiskinan dilakukan dengan beberapa cara dan disesuaikan dengan latar belakang penyebab kemiskinan. Pemda akan meningkatkan bantuan modal dan pelatihan tenaga kerja.

"Orang miskin tidak bisa dikasih bantuan uang langsung tanpa didampingi dan dilihat faktor lainnya. kesempatan untuk mengembangkan diri dan bekerja dibuka.  Pemberdayaan warga miskin juga ditingkatkan," tuturnya.

Selain itu pariwisata di Yogyakarta bagian selatan akan lebih dikembangkan dengan peningkatan infrastruktur seperti jalanan, dan aliran listrik.


(SAN)