12 Pendeteksi Tsunami di Pantai Selatan Yogyakarta Rusak

Patricia Vicka    •    Kamis, 04 Oct 2018 18:45 WIB
tsunami
12 Pendeteksi Tsunami di Pantai Selatan Yogyakarta Rusak
Ilustrasi Seorang teknisi berjalan di samping sebuah alat sistem peringatan dini tsunami kawasan Indonesia dan Samudera Hindia yang diluncurkan di Tanjung Priok Jakarta, Rabu (19/9). Foto: Antara/Andika Wahyu.

Yogyakarta: Sebanyak 12 pendeteksi tsunami (EWS) di sepanjang pantai selatan Yogyakarta rusak. Kerusakan diketahui saat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melakukan pengecekan beberapa waktu lalu.

Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan tujuh EWS yang rusak berada di Kabupaten Gunung Kidul. Satu EWS di Kabupaten Kulonprogo dan empat lainnya di Kabupaten Bantul.

"Alat EWS yang rusak milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," kata Biwara di Yogyakarta, Kamis, 4 Oktober 2018.

Pihaknya tidak bisa memperbaiki EWS yang rusak tersebut. Menurutnya, EWS tersebut kewenangan BNPB dan BMKG sebagai pemilik.

Biwara berharap BNPB bisa segera memperbaiki EWS. Pasalnya alat ini diperlukan sebagai pendeteksi gelombang tinggi. EWS juga berfungsi sebagai penyampai informasi ke warga sebelum gelombang tinggi mengempas pantai. 

Berdasarkan pengecekan BPBD, saat ini 25 alat EWS di Bantul dan 7 EWS di Kulonprogo masih berfungsi dengan baik. Wilayah di sepanjang pantai selatan Yogyakarta termasuk ke dalam daerah rawan bencana tsunami.

Berdasarkan peta kerentanan dan peta ancaman BPBD DIY, setidaknya ada 11 kecamatan dan 46 desa di tiga kabupaten DIY yang berada di kawasan risiko bencana tsunami.

"Lima kecamatan dan 31 desa berada di wilayah Kulonprogo. Dua Kecamatan dan lima desa masuk wilayah Kabupaten Bantul. Kalau di Gunung  Kidul ada empat Kecamatan dan sepuluh desa yang rentan," jelas Biwara.




(DEN)