Dua Pengeroyok di Laga PSIM vs PSS Sleman Ditangkap

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 28 Jul 2018 18:50 WIB
kerusuhanliga 2 indonesia
Dua Pengeroyok di Laga PSIM vs PSS Sleman Ditangkap
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Yogyakarta: Kepolisian di Yogyakarta menangkap dua orang terduga pelaku pengeroyokan Muhammad Iqbal Setyawan, dalam laga derbi Yogyakarta antara PSIM kontra PSS Sleman di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis, 26 Juli 2018. Iqbal yang merupakan warga Dusun Balong, Bantul, tewas dalam kerusuhan usai pertandingan Liga 2 itu.

Iqbal merupakan anak Kasium Suradi, polisi yang bertugas di Mapolsek Pleret. Ia meninggal di RS Permata Husada Pleret pukul 21.00 WIB akibat luka lebam di muka dan bagian tengkuk.

Kapolda DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri mengatakan dua terduga yang ditangkap yakni LGF, 21, dan WTP, 19. Keduanya warga Bantul dan ditangkap pasukan gabungan dari Polda DIY, Polres Bantul, dan Polsek Jetis.

"Terduga pelaku diamankan pada Sabtu (28 Juli) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB," kata Dofiri di Yogyakarta, Sabtu, 28 Juli 2018.

Dofiri mengatakan aparat masih melakukan pemeriksaan kepada keduanya. Mereka akan berstatus tersangka jika barang bukti mencukupi.

Pelaku harus bertanggung jawab atas tragedi dalam dunia sepakbola itu. Ia menyatakan polisi akan mengusut kasus itu.

"Saat ini masih kami periksa. Pelaku bisa berkembang (bertambah)," ujarnya.

Baca: Korban Meninggal di Laga PSIM Vs PSS Sempat Dilarang ke Stadion

Ia menilai, aparat sudah melakukan antisipasi agar tindak kekerasan dalam derbi Yogyakarta tidak terjadi. Menurut dia, kepolisian sudah melakukan pertemuan lima kali dengan perwakilan kedua suporter, hingga manajemen.

Atas kasus itu, Dofiri berharap sebelum pertandingan leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, dievaluasi lebih dulu agar kejadian serupa tak berulang.

"Kami dukung PSSI untuk membenahi perilaku suporter. Jangan sampai terjadi permusuhan antarsuporter," kata dia.

Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto, menambahkan, dua terduga pelaku akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan. Ia berharap jika ada terduga pelaku lagi bisa dengan sadar menyerahkan diri.

"Jika tidak, polisi akan bertindak tegas," ucapnya.

Baca: Pemkab Bantul Desak Klub Data Suporter
 


(SUR)