Pemagaran Lahan Proyek Bandara NYIA Diprotes Warga

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 11 Apr 2018 18:15 WIB
sengketa tanahbandara
Pemagaran Lahan Proyek Bandara NYIA Diprotes Warga
Proses pemasangan pagar di lokasi IPL bandara NYIA yang mendapat penolakan warga. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Kulon Progo: PT Angkasa Pura memagari lahan di sekitar lokasi Izin Penetapan Lahan (IPL) pembangunan bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Rabu, 11 April 2018. Pemagaran dilakukan di lahan dekat rumah warga penolak proyek Bandara NYIA. 

Pemagaran itu segera diprotes warga yang menolak proyek Bandara NYIA. Warga protes lantaran pagar yang dipasang tertanam di lahannya. 

Ponirah, salah satu warga Dusun Sidoharjo, Desa Glagah, Kecamatan Temon, yang memprotes keras. 

Beberapa kali ia meneriaki petugas yang melakukan pemagaran dengan dikawal polisi. "Itu lahan saya, kok dipagari," pekiknya. 

Situasi sempat memanas saat warga menolak pemagaran. Aksi saling dorong warga dengan aparat tak terhindarkan. Warga merasa tak menjual tanah untuk proyek Bandara NYIA. 

Kepala Bagian Operasional Polres Kulon Progo, Kompol Sudarmawan, mengatakan pihaknya hanya mengamankan sesuai permintaan PT Angkasa Pura. 

"Hanya agar bisa memasang pagar besinya. Kami sarankan tempuh jalur hukum jika ada masalah," kata dia.

Baca: Puluhan Rumah Warga Terdampak Bandara NYIA Akan Dirobohkan

Project Manager PT Angkasa Pura Property, Arief Budiman, mengatakan pemagaran telah dimulai sejak Selasa, 10 April 2018. Menurut dia, proses pemagaran di lokasi IPL untuk pengerjaan fisik bandara berlangsung hingga dua hari ke depan. 

Adapun pagar yang dipasang itu memiliki panjang 16 kilometer. Pemagaran yang dilakukan 79 pekerja itu menyisakan 300 meter yang belum dipasang. 

"Pemagaran harapannya minggu ini selesai. Seluruh wilayah (IPL) bandara sudah dikelilingi pagar," ucapnya. 

Gejolak penolakan proyek pembangunan bandara NYIA masih terus berlangsung. Teranyar, puluhan warga terdampak menggeruduk kantor PLN Area Yogyakarta menuntut pemasangan jaringan listrik. 

Namun, Manager Area PLN Yogyakarta, Eric Rosi, menyatakan menolak tuntutan warga dengan dalih lahan sudah milik PT Angkasa Pura.

Selain itu, proses pembangunan bandara juga terkendala pemindahan sekitar 100 makam ahli warga warga terdampak. Makam tersebut akan dipindahkan menunggu PT Angkasa Pura mengosongkan lahan lanjutan. 


(LDS)