Rebutan Nasi Bungkus Pembawa Berkah Nyaris Jadi Musibah

Iswahyudi    •    Kamis, 06 Oct 2016 14:30 WIB
tradisi
Rebutan Nasi Bungkus Pembawa Berkah Nyaris Jadi Musibah
Ratusan warga berebut untuk mendapatkan nasi bungus agar mendapatkan berkah. Foto-foto: Metrotvnews.com/Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Ratusan warga dari sejumlah daerah saling berdesakan dan berebut nasi suro dalam peringatan haul Sunan Abinawa di Desa Pekuncen Kecamatan Pegandon Kendal, Kamis siang 6 Okotober 2016. 

Warga sejak pagi menunggu pembagian nasi yang dilakukan usai didoakan ulama setempat. Selain berebut nasi suro, warga juga ziarah ke makam Sunan Abinawa dan mengambil air suci dari gentong di dalam Masjid Jami Sunan Abinawa.

Warga sudah antre di depan tempat pembagian nasi bungkus sejak pagi. Padahal nasi suro ini baru dibagikan menjelang salat zuhur usai pengajian yang digelar di halaman masjid.

Selesai didoakan oleh ulama setempat, ratusan warga ini mulai merangsek ke depan lokasi pembagian nasi. Aksi saling dorong dan berebut tidak dapat dihindarkan. Panitia menyiapkan 2.500 bungkus nasi yang berisi lauk mie dan sambal goreng.


Ibu-ibu berupaya meraih nasi bungkus yang dibagikan panitia

Banyak ibu yang terjepit dan terdorong warga yang ingin mendapatkan nasi bungkus ini. Suasana berubah menjadi ricuh karena warga yang berada di barisan belakang merangsek. Warga di barisan depan, yang sebagian besar ibu-ibu, terjepit.

Warga rela berdesakan dan saling berebut karena diyakini bisa membawa berkah memasuki tahun baru Islam. Menurut Wahyuni, nasi bungkus yang didapat akan dikeringkan untuk kemudian ditebar di sawah agar hasil panen melimpah. 

“Nasinya sebagian dicampur dengan nasi yang dimasak,” ujar dia. Ribuan nasi bungkus yang disiapkan panitia habis dalam sepuluh menit.


(UWA)