Tol Pejagan-Pemalang Dijanjikan Rampung Sebelum Lebaran

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 19 May 2017 14:49 WIB
mudik lebaran 2017
Tol Pejagan-Pemalang Dijanjikan Rampung Sebelum Lebaran
Pembangunan Jalan Tol Pejagan-Pemalang di Tegal, Jawa Tengah, terus dikebut untuk arus mudik tahun 2017. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Pelaksanaan pengerjaan jalan tol ruas Brebes Timur-Tegal (seksi III) dan Tegal-Pemalang (seksi IV) terus dikebut. Hingga kini, kondisi jalan sudah dibeton lean concrete (LC). Panjangnya sekitar 24 kilometer (KM) dari total panjang 35 km dari Brebes Timur hingga Pemalang. Dengan begitu, jalan tol dipastikan bisa dilalui saat mudik lebaran nanti.

"Kami optimis H-10 lebaran sudah 100 persen fungsional," kata Pemimpin Proyek PT Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) Mulya Setiawan, kepada Metrotvnews.com, Jumat, 19 Mei 2017.  

Dia menjelaskan, ketebalan beton LC itu sekitar 10 sentimeter. Saat ini, progres pengerjaan hampir mencapai 90 persen fungsional. 

Dia mengharapkan jelang mudik lebaran nanti tak ada kendala. Sejauh ini, kendala yang dialami hanya cuaca. Sesekali masih kerap hujan meski saat ini sudah memasuki musim kemarau.

"Kalau tidak hujan, pekerjaan kami bisa lancar," ucapnya.

Disinggung terkait sudah keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi pemilik tujuh bidang tanah yang belum bisa dibebaskan,‎ Mulya mengaku langkah eksekusi keputusan tersebut menjadi kewenangan pelaksana pengadaan tanah.

"Kami sebelumnya sudah antisipasi terkait adanya gugatan ganti rugi itu. Termasuk keberadaan satu rumah di Sidakaton yang belum bisa dibongkar. Walaupun belum bisa dibongkar, pengerjaan tetap berjalan," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, gugatan pemilik tujuh bidang tanah yang akan digunakan untuk lahan jalan tol ditolak MA. Dalam putusan itu, MA menolak kasasi yang diajukan oleh empat warga yang memiliki tujuh bidang di areal lahan tol. Satu bidang di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, dan enam bidang lainnya di Desa Karangjati, Kecamatan Tarub. Dengan demikian, ketujuh bidang itu sudah bisa dibebaskan. Termasuk membongkar bangunan yang ada di atasnya.  
 


(ALB)